5 Hal Unik Kontingen UNAIR pada Ajang PIMNAS 2016

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Si kembar yang menjadi salah satu perwakilan Universitas Airlangga dalam ajang PIMNAS, berfoto bersama maskot PIMNAS 2016. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-29 yang dihelat di Institut Pertanian Bogor (IPB), menyimpan hal-hal unik bagi kontingen Universitas Airlangga. Kontingen yang lolos PIMNAS dengan 21 tim ini memiliki beragam hal menarik yang tidak banyak diketahui oleh civitas. Hal-hal menarik tersebut menjadi salah satu bekal kesuksesan tim yang memiliki jargon  “UNAIR, Satu tekad , Satu nyali, Pasti juara”. Berikut hal-hal unik tersebut,

  1. Tim Terbanyak Sepanjang Sejarah

Sepanjang sejarah mengikuti PIMNAS, tahun 2016 adalah tahun paling banyak UNAIR meloloskan tim, yakni sejumlah 21 tim. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, meski termasuk kategori yang sedikit meloloskan tim, namun UNAIR selalu masuk lima peringkat teratas.

“Memang 21 tim yang berangkat ini merupakan yang terbanyak dalam sejarah. Ya, semoga banyak atau sedikit UNAIR tetap jadi juara,” ujar M. Dedy Bastomi, salah satu kontingen UNAIR yang tiga proposalnya lolos ke ajang PIMNAS.

  1. Wakili Semua Bidang PKM

Hal unik yang kedua yakni UNAIR mewakili semua kategori bidang PKM yang ditentukan. Mulai dari PKM Bidang Kewirausahaan (PKM-K), Karsa Cipta (PKM-KC), Pengabdian Masyarakat (PKM-M), Penelitian Eksakta (PKM-PE), Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH), dan Gagasan Tertulis (PKM-GT). “Alhamdulillah kali ini semua bidang PKM bisa diwakili oleh UNAIR,” imbuh Dedy.

  1. Berseragam Sama Meski Beda kelompok

Keunikan selanjutnya dari kontingen UNAIR adalah semua tim menggunakan seragam yang sama meski beda kelompok. Alasan menggunakan seragam yang sama bukan tanpa sebab. Bagi M. Deny Basri, salah satu mahasiswa yang dua kali berlaga pada PIMNAS, berseragam sama dapat membantu jika kondisi genting terjadi. Misalnya, saat presentasi antara karya pertama dan kedua hampir bersamaan. “Berseragam sama untuk jaga-jaga jika waktu presentasi berurutan, jadi biar tidak terburu-buru,”  jelas Deny.

Venue Pameran Poster dan Produk PKM. (Foto: UNAIR NEWS)
Venue Pameran Poster dan Produk PKM. (Foto: UNAIR NEWS)
  1. Dijemput dengan Mobil

UNAIR termasuk perguruan tinggi yang sigap dalam memberikan fasilitas kepada kontingen yang berjuang pada ajang PIMNAS. Selain mendapatkan penginapan yang layak, tiap kelompok difasilitasi dengan mobil untuk mobilitas dari penginapan ke lokasi PIMNAS. Deny menuturkan, hal ini memang selalu dilakukan UNAIR dari tahun ketahun. Dengan demikian, menurut Deny, fokus tiap tim bisa lebih optimal. “UNAIR selalu maksimal dalam memfasilitasi kontingen, tahun lalu juga demikian,” kenang Deny yang tahun lalu berlaga PIMNAS di Kendari.

  1. Si Kembar yang Langganan PIMNAS

Keunikan terahkir kontingen UNAIR yaitu adanya mahasiswa kembar yang langganan mengikuti PIMNAS. Meski menempuh pendidikan diploma yang notabene hanya diselesaikan dalam tiga tahun, mahasiswa kembar asal Kediri tersebut juga mengikuti PIMNAS tahun lalu. Dua tahun mengikuti ajang bergengsi PIMNAS merupakan hal terindah pada masa kuliah bagi keduanya.

“Ya meski banyak karya kami yang lolos dan kami selalu bersama dan satu tim, bukan berarti kami tidak sering bersilang pendapat,” candanya kompak. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu