Menata Niat untuk Naik Haji

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rektor UNAIR, Prof. Nasih Saat Memberikan Ucapan Selamat Kepada Jemaah Haji Civitas UNAIR (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Bertamu ke Rumah Allah di Mekkah merupakan dambaan tiap umat muslim di seluruh belahan dunia. Dengan bertamu ke Mekkah, umat Islam telah menunaikan rukun Islam ke-5, yaitu pergi haji. Pendek kata, umat Islam telah dianggap melengkapi lima syarat dalam rukun Islam.

Setiap tahunnya, ada sebagian sivitas akademika Universitas Airlangga yang menunaikan ibadah haji. Pada bulan Dzulhijjah tahun 1437 H, ada 48 sivitas akademika UNAIR yang akan berangkat ibadah haji. Sebelum berangkat, mereka mendapatkan wejangan dari Rektor UNAIR Prof. Nasih, dan Ustaz Abdullah Sahab. Pemberian wejangan sekaligus pelepasan calon jemaah haji dilangsungkan di Masjid Ulul Azmi, Jumat (5/8).

Calon jemaah haji asal UNAIR berasal dari lingkungan universitas maupun fakultas. ‘Tamu Allah’ dari UNAIR tahun ini diantaranya Wakil Rektor III Prof. M. Amin Alamsjah, Direktur Pendidikan Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Ketua Lembaga Pengembangan Produk Akademik dan Hak Kekayaan Intelektual Prof. Sukardiman.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, mengatakan, agar calon jemaah haji asal UNAIR memperbanyak syukur. Menurut Prof. Nasih, tak semua umat Islam memiliki kesempatan untuk berhaji.

“Tamu Allah dari sivitas akademika UNAIR, sunggu merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bapak dan ibu yang berkesempatan bisa beribadah haji, karena tidak semua berkesempatan berangkat ke sana. Mengingat waktu tunggu di Indonesia yang cukup lama. Oleh karena itu perbanyaklah syukur,” tutur Rektor UNAIR.

Rektor pun melanjutkan,”Ini adalah ibadah yang waktunya ditentukan oleh Allah. Dalam ibadah haji, ada banyak ritual yang luar biasa. Sebutan ibadah haji pun adalah tamu Allah, artinya Allah lah yang menjamunya. Kalau tamu, ya, harus mengikuti yang punya rumah. Harus patuh sama tuan rumah. Saat menjadi tamu yang patuh, maka sang pemilik rumah akan memuliakan tamu tersebut.”

Dalam wejangan singkatnya kepada calon jemaah haji, Sahab menuturkan pentingnya menata niat dalam menunaikan ibadah haji. Hendaknya, ketika beribadah di Tanah Suci, jemaah tak memikirkan kepentingan duniawi lainnya selain ibadah haji yang sedang dijalani.

“Jangan punya niat apapun kecuali ibadah kepada Allah SWT. Kedua, jangan terlalu banyakcari hal-hal misteri. Banyak jemaah ibadah haji yang mencari-cari hal-hal spiritual dalam ibadah haji. Jangan! Fokus saja pada ibadah,” tutur Sahab. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu