Jadi Wisudawan Terbaik FKH, Monica CH Merasa Perjuangannya Terbayarkan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Monica Christiani Hardy, dengan beragam hadiah saat menjadi wisudawan terbaik S1 FKH UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Monica Christiani Hardy, perempuan kelahiran 22 tahun silam ini membuktikan bahwa semua kerja kerasnya dalam menempuh studi S-1 pada Pendidikan Dokter Hewan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR) berbuah manis. Pasalnya, pada wisuda perode Juli 2016 ini, Monica menyabet predikat sebagai wisudawan terbaik S1 FKH. Ia meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,79.

”Saya merasa semua perjuangan dan kesulitan yang saya hadapi selama ini telah terbayarkan,” tuturnya kepada Wisudawan Kita.

Menurut Monica, menjadi dokter hewan adalah sebuah panggilan jiwa. Banyaknya nasib hewan yang terabaikan telah mengetuk hatinya untuk ikut perduli terhadap makhluk ciptaan Tuhan ini. Maka demi mewujudkan tujuannya, ia belajar keras untuk memahami segala materi perkuliahan, walau tak sedikit yang membuatnya kesulitan. Namun dengan tekad yang bulat dan target yang ditetapkan, maka membuat Monica tidak menyerah.

“Motto saya adalah lakukan yang terbaik dan biarkan Tuhan menjadikanmu pemenang. Awalnya saya hanya melakukan apa yang bisa saya lakukan semaksimal mungkin dengan harapan mendapat nilai terbaik, tapi saya sendiri juga tidak pernah membayangkan akan terpilih jadi wisudawan terbaik. Itu semua bonus,” ungkap Monica.

Demi meningkatkan pengetahuannya selama kuliah, Monica rajin mengikuti magang di beberapa klinik hewan, seperti Klinik Hewan Octopussy, Klinik Hewan Kayu Manis, dan Klinik Hewan Yuppie. Hal ini dilakukan untuk menambah pengetahuannya di lapangan, sehingga teori selama di perkuliahan dapat dia praktikkan.

Sementara untuk skripsinya, Monica mengambil judul “Pengaruh Vitamin C dan Vitamin E sebagai Tindakan Preventif terhadap Jumlah Sel Spermatogenik Testis Mencit (Mus musculus) yang Dipapar Boraks”.

“Penelitian ini berkaitan pada organ reproduksi, khususnya pada jantan yang mengalami kerusakan akibat adanya paparan radikal bebas,” terangnya.

Tidak dipungkiri, penyelesaian skripsi ini cukup menyita waktu dan pikirannya. Namun semua itu dapat teratasi selama dia ingat akan tujuannya; yaitu untuk memberikan yang terbaik untuk orang tuanya dan menjadi seorang yang berguna dengan salah satunya menolong kehidupan hewan. (*)

Penulis: Oki Putri Rahayu
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu