Citrawati Lulus Terbaik Berkat Suami, Samuyus Ingin Membangun Daerahnya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Citrawati D Kencono Wungu sempat merasa pesimis karena mengira tugas tesisnya tidak akan selesai tepat waktu. Majunya jadwal yudisium sudah pasti mengurangi lama waktu ia pengerjaan tesis. Tapi berkat dukungan suami ia berhasil mengejar waktu itu.

Citrawati D Kencono Wungu wisudawan terbaik S2 FK UNAIR. (Foto: Istimewa)
Citrawati D Kencono Wungu wisudawan terbaik S2 FK UNAIR. (Foto: Istimewa)

Kekuatan doa dan usaha mampu mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tesis Citra akhirnya berhasil dirampungkan dalam waktu empat bulan saja. Meski terbilang singkat, tapi sudah cukup untuk menunjang predikat barunya sebagai wisudawan terbaik S2 FK UNAIR dengan IPK 3,98.

Disela menjalani perkuliahan S-2 Ilmu Kedokteran Dasar, ibu satu anak ini harus membagi perannya sebagai istri dan dosen di Departemen Biokimia FK UNAIR. Tanpa kegigihan, mustahil ketiga peran itu bisa diraih beriringan.

“Karena sudah berkeluarga, saya baru bisa konsentrasi belajar dan mengerjakan tugas-tugas pada malam hari setelah anak tertidur. Dan setiap kuliah saya berusaha untuk fokus agar tidak perlu banyak mengulang pelajaran diluar kuliah,” kata Citra.

Keberhasilannya menjadi lulusan terbaik ini merupakan cita-cita dan impiannya sejak awal program master. “Memang targetnya kepengin dapat nilai terbaik,” kata Citra yang bersama suami bertekad menjadikan keluarga kecilnya sebagai keluarga ilmuwan. Karena itu, Citra dan suami ingin mengukir prestasi sebaik mungkin.

Dalam tesisnya, wanita kelahiran Magetan 22 Desember 1988 itu membahas infeksi virus Hepatitis B di Indonesia. Ia menulis tentang mutasi regio pre-S infeksi Virus Hepatitis B pada penderita Chronic Liver Disease untuk mengetahui patogenesis Chronic Liver Disease yang disebabkan oleh infeksi virus tersebut.

Dijelaskan, meski program vaksinasi telah digalakkan, angka kejadian virus Hepatitis B di negara-negara berkembang masih tinggi, termasuk Indonesia. Virus Hepatitis B ini memiliki angka mutasi yang tinggi, sehingga apabila terjadi mutasi di daerah pre-S bisa mengubah epitop virus dan vaksin tak lagi bekerja efektif.

“Pada penelitian saya terbukti banyak terjadi mutasi pre-S pada penderita Chronic Liver Disease di Indonesia,” kata Citra, yang juga ingin menulis buku tentang hepatitis. (*)

Samuyus Bertekad Kembangkan Potensi Agribisnis di Sumbawa

Samuyus Nealma, wisudawan terbaik Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR. (Foto: Istimewa)
Samuyus Nealma, wisudawan terbaik Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR. (Foto: Istimewa)

Sementara itu Samuyus Nealma, wisudawan terbaik Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR, menyatakan siap mengembangkan potensi agribisnis di kota kelahirannya, Sumbawa. Hal itu karena potensi pertanian disana, dimana juga terdapat sub-bidang peternakan.

Samuyus yang mengangkat tesis berjudul “Strategi Pengembangan Usaha Susu Kuda Sumbawa di Kecamatan Lenangguar dan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa, NTB” ingin hal itu terwujud. Itu artinya dengan kecintaannya terhadap kampung halaman turut mengantarkannya menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,95.

Selain ingin menggali potensi daerah dan menjadi petani kreatif, Samuyus juga terdorong oleh semangat dari orangtua, dosen, dan teman-temannya. Tekatnya menjadi manusia berguna bagi sekitarnya, dan kesuksesan studinya di UNAIR inilah hasilnya. Karena itu selama menjalani studi, segala kesulitan dapat diatasi dengan selalu fokus pada tujuan awalnya tadi. “Saya ingin membangun usaha di bidang agribisnis di Sumbawa dan menggalang para pemuda untuk turut menggali potensi alam Sumbawa,” katanya.

Bagi pemuda yang aktif berorganisasi ini, mengelola waktu belajar merupakan kunci suksesnya, Sehingga tak ada kendala berarti selama kuliah di UNAIR. “Selain penting untuk tetap fokus pada tujuan, kita harus berani merangkai capaian hidup sedari sekarang. Dari sana kita akan berhasil, asalkan tetap berusaha dan fokus dalam tujuan,” tandas Sumuyus. (*)

Penulis: Oki dan Sefya Hayu Istigfaricha
Editor: Defrina Sukma, Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu