Rangkuman Berita UNAIR di Media (4/8)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rektor Universitas Airlangga M. Nasih saat memberikan pidato pembukaan dalam Gala Dinner, Rabu (3/8) (Foto: Alifian Sukma)

Rp 1,8 T untuk Percepat Infrastruktur Kampus

Kemenristekdikti siap meluncurkan dana Rp 1,8 Triliun untuk 25 perguran tinggi di seluruh Indonesia. Tujuannya, mempercepat pembangunan infrastruktur di kampus. Di Surabaya, UNAIR termasuk dalam daftar penerima dana tersebut. Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti menyatakan dalam acara Simposium I bertajuk Inovasi Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia yang digelar dibawah naungan University Network for Indonesian Infrastructure Development (UNIID) di ITS Rabu (3/08), PTN di Indonesia diproyeksikan masuk 500 world class university. Untuk itu, perlu adanya perubahan skema untuk pencairan anggaran dalam pembangunan, seperti pelaporan keuangan baru selesai digunakan jika pembangunan infrastruktur sudah tuntas.

Jawa Pos, 4 Agustus 2016 halaman 28

Sindo, 4 Agustus 2016 halaman 20

229 Anak Kembali ke Sekolah

Jumlah perguruan tinggi yang bergabung dengan program campus social responsibility (CSR) Dinas Sosial Surabaya bertambah. Koni, ada 28 perguruan tinggi yang ikut program CSR.  Beberapa perguruan tinggi itu antara lain UNAIR, ITS, STIE Perbanas, dan UINSA. Peningkatan jumlah perguruan tinggi tersebut otomatis menambah jumlah volunteer CSR. Pada 2014, volunter CSR tercatat 215 mahasiswa. Pada 2015, tercatat 265 mahasiswa yang bersedia menjadi kakak asuh. Tahun ini, jumlah pendaftar kakak asuh program CSR ada 628 mahasiswa. CSR dinas sosial bertujuan untuk mendampingi anak-anak dengan masalah sosial. Program tersebut menyasar anak usia sekolah, yakni 7-18 tahun, yang putus sekolah dan rentan putus sekolah.

Jawa Pos, 4 Agustus 2016 halaman 28

Bersih, Nyaman, Mudah Dijangkau

Kesadaran akan pentingnya ASI sangat diperlukan. Di tempat umum, harus disediakan ruang laktasi untuk ibu menyusui atau sekedar mengganti popok anak. Konselor ASI, dr. Risa Etika, SpA(K), menuturkan, kenyamanan pojok laktasi harus dijaga. Ketua Divisi Neonatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR ini menyarankan, agar setiap pojok laktasi memberikan fasilitas yang mendukung kenyamanan ibu. Menurutnya, hal terpenting dari laktasi adalah kebersihan untuk menjaga ASI tetap murni. Salah satu yang disorot adalah tempat mencuci. Risa menyarankan, agar menggunakan air yang mengalir. Untuk lap, bisa digunakan tisu sekali pakai. Bukan menggunakan baskom diisi air, lalu kemudian dikeringkan menggunakan handuk.

Jawa Pos, 4 Agustus 2016 halaman 36

Ekstrak Daun Zaitun Obati Infeksi Menular di RS

Infeksi nosokomial atau hospital aquired infection adalah infeksi yang berkembang saat orang berada di lingkungan rumah sakit. Untuk pertama kali, tim Studi Imunologi Pasca Sarjana UNAIR membuktikan kinerja dalethyne yang mampu menyembuhkan luka dari infeksi nosokomial. Dunia kedokteran sebenarnya sudah lama melakukan upaya menanggulangi infeksi nosokomial. Sayangnya, selama ini penanggulangannya hanya dilakukan dengan pengobatan antibiotik. Akibatnya, antibiotik menjadi resisten terhadap nosokomial dan bakteri pun berkembang untuk melindungi diri dari antibiotik. Tim imunologi Pasca Sarjana UNAIR, Agung Dwi Wahyu Widodo mengatakan, kuman-kuman dalam infeksi nosokomial di rumah sakit memiliki kemampuan enzim yang disebut betalacmase dan sejenisnya, sedangkan untuk pseudomonas aeroginosa membentuk biofilm yang mampu melindungi diri dari antibiotik. Kendati demikian, infeksi bisa tetap dicegah dengan kondisi fisik pasien yang terus dilakukan pemulihan.

Radar, 4 Agustus 2016 halaman 1-2

Losepocket Kompres untuk Mata Panda

Kantong mata adalah salah satu gejala fisiologis berupa pembengkakan ringan, kulit kendor, dan timbulnya lingkaran hitam di bawah mata. Gejala ini sering disebut dengan kantong panda. Berbagai penyebab kantong mata, antara lain stres yang berpengaruh pada kurangnya tidur, terlalu lama beraktivitas di depan komputer, serta kurangnya mengkonsumsi air putih. Melihat kondisi tersebut tim PKM dari UNAIR menciptakan penutup mata Losepocket. Ide tim beranggotakan Ulima Hapsari, Dhiah Ayu, Husniatul Fitriah, Hogi Ruthfeda, dan Afifatun Nisa itu berangkat dari pengalaman pribadi. Losepocket ini dilengkapi dengan wadah penahan bahan kompres mata seperti mentimun, kentang, atau sari teh agar tetap melekat di mata. Produk ini juga dilengkapi dengan ice gel yang berfungsi sebagai pendingin yang dapat memberi efek relaksasi pada mata.

Surya, 4 Agustus 2016 halaman 19

Penulis : Afifah Nurrosyidah
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu