Kemenko Maritim Kenalkan Dunia Kemaritiman Sejak Dini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(Dari Kiri) Sekjen AMBIN Samuel Littik, Ph.D., Staf Kemenko Maritim Anom Wirojatmiko, Ketua KMB Jatim Prof. Dr. Sri Subekti, BS. drh., DEA., dan Ketua Panitia Letkol (KH) Drs. Ambar Kristiyanto, M.Si., Bersama Siswa-siswi SD Peserta PPWK-AI 2016. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Langkah pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, disambut baik oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Maritim. Program Pengenalan Wawasan Kemaritiman untuk Anak Indonesia (PPWK-AI) 2016, menjadi program unggulan yang diprakarsai Kemenko Bidang Maritim dengan menggandeng Asosiasi Mitra Bahari Indonesia (AMBIN) dan Konsorsium Mitra Bahari (KMB) Regional Center Jawa Timur.

PPWK-AI sendiri digelar selama dua hari. Hari pertama (1/8), kegiatan dilaksanakan di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR dengan kegiatan pemberian materi seputar pengetahuan tentang dunia kemaritiman. Selanjutnya, hari kedua acara dilangsungkan di Ekowisata Mangrove, dengan mengajak seluruh peserta yang terdiri dari siswa SD tersebut menelusuri hutan magrove di pesisir Surabaya, Selasa (2/8).

Staf Kemenko Bidang Maritim, Anom Wirojatmiko yang juga turut hadir memantau pelakasanaan kegiatan selama dua hari tersebut menuturkan, kegiatan PPWK-AI ini bagian dari perwujudan program pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Baginya, acara tersebut bertujuan untuk pengenalan kepada anak-anak Indonesia agar mencintai dan peduli kepada dunia kemaritiman. Anom juga menambahkan, selain sebagai pemrakarsa, Kemenko Bidang Maritim juga penyedia anggaran demi kesuksesan acara.

“Jadi, Kemenko Bidang Maritim yang menyediakan anggaran. Lalu kami koordinasikan dengan AMBIN di pusat dan KMB di masing-masing daerah, untuk selanjutnya membentuk kepanitian yang melibatkan pihak lain, seperti Kobangdikal dan berbagai perguruan tinggi,” jelas Anom.

Senada dengan Anom, Sekretaris Jendral (Sekjen) AMBIN, Samuel Littik, Ph.D., menjelaskan bahwa mitra bahari sendiri merupakan forum kerja sama semua pihak terkait yang berlandaskan UU No.27/2007 yang diamandemen di UU No.1/2014, tentang pengelolaan wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil. Baginya, dengan landasan UU tersebut, kinerja AMBIN yang beranggotakan KMB dari seluruh Indonesia bisa lebih maksimal. Ia juga menambahkan, peranan AMBIN dalam kegiatan ini yakni sebagai penghubung antara Kemenko Bidang Maritim dan KMB di seluruh Indonesia.

“AMBIN ini pelaksana di lapangan, karena kami punya mitra di provinsi yakni KMB itu. Intinya kami ini penghubung antara Kemenko sebagai pemrakarsa dan KMB sebagai pelaksana,” jelasnya.

Mitra Kompak, (Dari Kiri) Staf Kemenko Maritim Anom Wirojatmiko, Sekjen AMBIN Samuel Littik, Ph.D., Ketua KMB Jatim Prof. Dr. Sri Subekti, BS. drh., DEA., dan Ketua Panitia Letkol (KH) Drs. Ambar Kristiyanto, M.Si., Sesaat Mengikuti Kegiatan Di Ekowisata Mangrove Surabaya. (Foto: UNAIR NEWS)
Mitra Kompak, (Dari Kiri) Staf Kemenko Maritim Anom Wirojatmiko, Sekjen AMBIN Samuel Littik, Ph.D., Ketua KMB Jatim Prof. Dr. Sri Subekti, BS. drh., DEA., dan Ketua Panitia Letkol (KH) Drs. Ambar Kristiyanto, M.Si., Sesaat Mengikuti Kegiatan Di Ekowisata Mangrove Surabaya. (Foto: UNAIR NEWS)

Ditemui di lokasi yang sama, Prof. Dr. Sri Subekti, BS. drh., DEA., selaku penanggung jawab acara menjelaskan, PPWK-AI 2016 merupakan program bersama antara Kemenko Maritim, AMBIN, dan KMB. Prof. Sri juga menambahkan bahwa PPWK-AI kali ini diketuai oleh Letkol (KH) Drs. Ambar Kristiyanto, M.Si., yang sehari-hari menjabat sebagai Gumil Madya Kobangdikal. Mantan Dekan FPK UNAIR tersebut juga berharap, dengan diadakannya PPWK-AI pertama di Jawa Timur ini, nantinya bisa mendorong untuk suksesnya acara di provinsi lain. Baginya, dengan adanya kegiatan ini pula, cara pandang masyarakat yang terus menggali SDA di darat bisa beralih ke laut.

“Jika acara ini sukses, harapannya tidak sekedar bisa mendorong provinsi lain, tapi kegiatan ini nanti bisa masuk dalam program dari berbagai kementerian di lingkungan pemerintah, misal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dijadikan dari bagian kurikulum pendidikan,” tegasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Bambang Edy Santoso

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu