Rangkuman Berita UNAIR di Media (29/7 sd 1/8)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

Penyandang Disabilitas Diterima di PTN

Masuk ke PTN menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Hal ini dirasakan oleh Alfian Andhika Yudhistira yang diterima di Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNAIR Surabaya tahun ini. Alfian merupakan penyandang tunanetra sejak usia tiga bulan. Saat ini, ia menjadi mahasiswa tuna netra total pertama yang diterima di UNAIR. Dalam mempersiapkan kuliah di UNAIR, ia mengaku akan mencari teman sebanyak-banyaknya agar mudah melakukan sosialisasi. Ia akan memberitahukan kepada teman-temannya jika penyandang tunanetra seperti dirinya bisa beraktivitas secara normal.

Republika, 329 juli 2016 halaman 21

Program Vokasi sisakan 374 Kursi

Kesempatan melanjutkan kuliah di Unair masih terbuka. Khususnya bagi siswa yang berminat menempuh program vokasi. Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih menyatakan, kuota program vokasi mencapai 1.220 kursi. Rinciannya, 1.125 kursi untuk diploma-III (D-3) dan 95 kursi untuk diploma IV(D-4). PPMB program vokasi gelombang II dibuka pada 25 Juli-2 Agustus. Dari tahun ke tahun, peminat program vokasi terus meningkat. Jika proyeksinya langsung ingin bekerja, maka disarankan mengambil program diploma karena menekankan pada ilmu teknis, bukan teori.

Jawa Pos, 30 Juli 2016 halaman 33

Tidak Ikut Arus

Lulus dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, tak membuat Edith Frederika berhenti mengikuti kegiatan sebagai model. Edith menepis bahwa dunia model hanya diisi oleh mereka yang tidak mengenyam pendidikan cukup dan hanya mencari uang lewat kemolekan tubuh dan kecantikan wajah. Itu yang membuat Edith bertahan di dunia modeling, meski dirinya tercatat sebagai dosen untuk mata kuliah Gizi Nutrisi di almamaternya, UNAIR. Baik atau butuknya model ditekankan Edith, tergantung pribadi masing-masing. Yang penting jangan sampai ikut arus.

Surya, 30 Juli 2016 halaman 13

Awas, Hepatitis Rawan Serang Bayi Baru Lahir

Serangan virus hepatitis di Indonesia belum kunjung bisa diatasi. Bahkan, saat ini yang dianggap paling rentan terserang hepatitis B adalah bayi baru lahir. Pakar mikrobiologi Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR yang konsen terhadap penyakit hepatitis, Prof. dr. Maria Lucia Inge Lusida M.Kes., Ph.D., mengatakan, Indonesia termasuk Negara dengan status endemisitas hepatitis B menengah sampai tinggi. Inge menuturkan, saat ini pemerintah fokus pada bayi baru lahir. Sebab, jika bayi baru lahir terserang hepatitis, kemungkinan menjadi kronis sangat besar.

Sindo, 31 Juli 2016 halaman 14

Penting Ajarkan Problem Solving Sejak Dini

Sejak dini anak harus mulai mempersiapkan menghadapi masalah yang bisa datang kapan saja. Menurut pandangan psikolog Dr. Dewi Retno Seminar M.Si., problem solving baik dikenalkan kepada anak sejak usia dini. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi adanya masalah yang datang tiba-tiba.  Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini menuturkan, pemberian materi problem solving kepada anak bisa mempercepat proses pendewasaan. Sebab, sejak kecil mereka diajarkan untuk memecahkan masalah sendiri.  Menurutnya, ada tahap problem solving yang harus dipahami orang tua. Untuk anak usia kurang dari tujuh tahun mungkin bisa diajak berbelanja dengan diajak berdiskusi untuk hal-hal apa saja yang dibutuhkan.

Jawa Pos, 31 Juli 2016 halaman 28

Cacar Air Bisa Tanpa Gejala

Penurunan daya tahan tubuh hendaknya ditanggapi serius. Saat imunitas rendah, penyakit yang disebabkan virus seperti cacar air akan mudah menyerang. Menurut Dosen UNAIR yang saat ini menjadi Ketua Divisi Infeksi Menular Seksual Bidang Kedokteran Kulit dan Kelamin RSUD dr. Soetomo, dr. Dwi Murtiastutik Sp.KK (K), virus cacar air mudah menular. Virus varicella-zoster yang mengakibatkan cacar air ditularkan melalui udara. Menurutnya, jika sudah tertular virus cacar air, gejalanya mirip flu. Setelah itu, baru muncul bintik berair di seluruh tubuh. Seseorang yang kena cacar air baru muncul benjolan kecil setelah dua pecan. Untuk menghindari cacar air, langkah terbaik adalah menjaga kesehatan tubuh. Lalu, mengindari bersentuhan dengan orang yang terinfeksi.

Jawa Pos, 31 Juli 2016 halaman 36

Waspadai Gangguan Irama Jantung

Kasus serangan jantung sekarang semakin sering terjadi. Kondisi tersebut sebenarnya jarang berlangsung mendadak. Biasanya, jantung menunjukkan sinyal mengalami masalah melalui detaknya yang tidak beraturan. Menurut Alumnus UNAIR, dr. Wenni Erwindia Sp.JP FIHA dalam acara Indonesia Atrial Fibrillation Campaign 2016 kemarin (31/7), aritmia mampu membuat jantung menyerah untuk memompa darah. Akibat terburuknya adalah kematian. Gangguan irama jantung dapat diobati. Yakni, memakai obat anti gangguan irama. Ada pula pemberian pengencer darah untuk menghindari gumpalan darah yang dapat menjadi sumber stroke. Bisa juga katerisasi dan penanaman implant alat pacu jantung ke dada.

Jawa Pos, 1 Agustus halaman 36

Waspadai Gangguan Irama Jantung

Kasus serangan jantung sekarang semakin sering terjadi. Kondisi tersebut sebenarnya jarang berlangsung mendadak. Biasanya, jantung menunjukkan sinyal mengalami masalah melalui detaknya yang tidak beraturan. Menurut Alumnus UNAIR, dr. Wenni Erwindia Sp.JP FIHA dalam acara Indonesia Atrial Fibrillation Campaign 2016 kemarin (31/7), aritmia mampu membuat jantung menyerah untuk memompa darah. Akibat terburuknya adalah kematian. Gangguan irama jantung dapat diobati. Yakni, memakai obat anti gangguan irama. Ada pula pemberian pengencer darah untuk menghindari gumpalan darah yang dapat menjadi sumber stroke. Bisa juga katerisasi dan penanaman implant alat pacu jantung ke dada.

Jawa Pos, 1 Agustus halaman 36

Unair-ITS Sama-sama Reakridasi Empat Prodi

Delapan program studi di dua perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya menjalani reakreditasi tahun ini. Di UNAIR, reakreditasi dilakukan untuk prodi sarjana Ilmu Sejarah, Magister Kimia, Magister Manajemen, dan Magister Sains Manajemen. Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih mengatakan, tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi telah melakukan visitasi dan melakukan validasi. Tahun ini, Unair memprioritaskan prodi yang masa akreditasinya habis. Di Unair, terdapat 167 prodi, dan baru 83 yang sudah terakreditasi A. Untuk jenjang S-1, yang sudah terakreditasi A sekitar 75%.

Jawa Pos, 1 Agustus halaman 25 dan 35

Alih Jenis Tersisa 166 Kursi

Persaingan memperebutkan bangku sarjana di Unair tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SMA lulusan 2014-2016. Mahasiswa diploma juga berkesempatan melalui jalur alih jenis. Ada Sembilan prodi yang membuka jalur alih jenjang, lima diantaranya prodi IPA yaitu pendidikan bidan, kesehatan masyarakat, ilmu gizi, pendidikan ners, dan budidaya perikanan. Empat prodi lainnya adalah manajemen, akuntansi, ilmu informasi dan perpustakaan, serta sastra inggris. Saat ini, kuota yang tersisa untuk gelombang II adalah 166 kursi.

Jawa Pos, 1 Agustus halaman 28

Menuju Zero Tuberculosis 20150

Tuberculosis saat ini masih menjadi masalah penyakit infeksi yang memberikan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi. Angka kematian penderita TB saat ini berada di urutan ketiga di Indonesia. Saat ini, Menurut Wakil Dekan III FK Unair, Ni Made Mertaniasih, TB masih menjadi masalah global dalam bidang kesehatan di seluruh dunia. Salah satu langkah yang dilakukan Unair yakni melalui seminar internasional Global Strategy to Combat Emerging Infectious Diseases in Borderless Era (GSEID 2016) di Surabaya pada 8-9 Agustus 2016. Menurut ketua panitia GSEID 2016, Soedarsono, menjelaskan penyelenggaraan seminar menjadi ekspresi Unair untuk membicarakan penyakit tropis terutama infeksi.

Republika, 1 Agustus 2016 halaman 3

Penulis: Afifah Nurrosyidah
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu