Penguatan Birokrasi Kunci Mencapai Good Governance

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Universitas Airlangga

UNAIR NEWS – Tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) merupakan mimpi tiap warga negara. Keputusan melakukan pergantian susunan kabinet (Reshuffle) adalah upaya mewujudkan cita-cita tersebut. Terdapat  banyak aspek atau faktor penentu sukses tidaknya usaha tersebut.

Pekan lalu, tim UNAIR News melakukan wawancara dengan Dekan FISIP, Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si. soal apa saja sarana yang mesti disiapkan untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang mapan. “Sistem birokrasi yang bagus dan efisien merupakan hal utama yang mesti dimiliki,” kata dia. Nah, untuk membentuk birokrasi yang mantap, ada sejumlah aspek yang digarisbawahi akademisi asal Bojonegoro tersebut.

Sistem yang baik

Birokrasi yang kuat hanya lahir dari sistem yang tertata rapi. Sedangkan, membuat sistem yang baik bukan perkara mudah. Meski memang, bukan pula hal yang mustahil.

Sistem, regulasi, dan aturan yang menjadi dasar tata kelola pemerintahan mesti dibangun sesuai landasan negara. Bila ditelaah, sistem yang sudah ada di Indonesia, secara normatif, sudah brilian. Tinggal bagaimana menerapkannya dengan menyeluruh. Di sinilah tantangannya.

Pemimpin tegas

Sudah banyak berita tentang pemimpin yang korup. Artinya, pemimpin tersebut telah merontokkan sistem yang sejatinya mesti dilindungi dan dijalankan di rel yang ada. Sementara itu, sering pula beredar kabar pemimpin yang tegas dan tak pandang bulu dalam bertugas. Kalau dari “kepala” sudah baik, umumnya, sampai ke ekor pun tidak bakal jelek.

Maksudnya, penerapan sistem yang proporsional mesti didukung oleh pemimpin yang kredibel.  Tanpa itu, birokrasi bakal berjalan seadanya. Tanpa terobosan dan sumbangsih nyata di masyarakat.

Civil Society

Masyarakat adalah elemen penting. Warga yang memilih pemimpin. Artinya, mereka berkesempatan menjadikan orang yang baik atau buruk menjadi pemimpin. Dalam perjalanannya, mereka pula yang bakal menjadi kontrol utama birokrasi.

Dengan makin kuatnya peran media massa atau media sosial belakangan ini, people power makin potensial. Masyarakat semakin cerdas. Akademisi dan kampus lebih mudah membagi wawasan dan pengetahuan melalui media massa ataupun media sosial yang berkembang masif.

Bila sistem sudah tertata dengan apik, dikomandani oleh pemimpin yang baik, dan diawasi oleh masyarakat yang cerdik, birokrasi akan berjalan dengan memuaskan. Inovasi akan lebih mudah tercetus. Negara akan tumbuh dan berkembang dengan pesat. (*)

Penulis: Rio F. Rachman
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu