Farah Aliyah, Wisudawan Terbaik FH, Ikuti Passion dan Hargai Proses

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FARAH Aliyah bersama salah seorang siswa SD saat pengabdian. (Foto: Dok Pribadi)

UNAIR NEWSSebagai lulusan terbaik S1 Fakultas Hukum Universitas Airlangga dalam wisuda, Juli 2016 ini, Farah Aliyah mengaku memiliki dua kiat sukses selama menjalani perkuliahan, yaitu ikuti minat dan menghargai proses. Perempuan kelahiran Surabaya, 19 Oktober 1994 ini, mengaku memiliki minat terhadap hukum tata negara.

Selain faktor minat, Farah juga percaya bahwa hal-hal yang baik itu membutuhkan waktu untuk berproses. Proses inilah yang tentu saja diiringi dengan usaha terus-menerus untuk mencapai target. Alhasil, kiat ini mengantarkannya meraih hasil akhir yang memuaskan. Farah diobatkan menjadi lulusan terbaik S1 FH dengan IPK 3,70.

“Hal yang baik terkadang membutuhkan waktu. Jalani saja prosesnya walau terkadang berat. Pada akhirnya, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Selain itu jangan lupa untuk selalu jujur agar hasilnya berkah,” kata mahasiswi yang semasa kuliah pernah bergabung dengan Sie Kerohanian Islam FH UNAIR ini.

Dalam tugas akhirnya, Farah menulis skripsi dengan judul “Pemilihan Pendahuluan untuk Penentuan Calon Kepala Daerah dari Partai Politik”. Alasannya, karena topik mengenai pemilihan pendahuluan itu sendiri di Indonesia belum banyak dibahas.

Mengapa Indonesia butuh melakukan pemilihan pendahuluan? Menurut Farah, sebagian besar parpol di Indonesia tidak demokratis dalam pencalonan kepala daerah, sehingga pemilihan pendahuluan bisa menjadi gagasan baru untuk mewujudkan transparansi dalam penentuan kandidat kepala daerah.

Ia berharap penelitian skripsinya bisa memberi sumbangsih terhadap ilmu di bidang hukum tata negara, khususnya di bidang hukum Pemilu. Dalam proses pengerjaan penelitian yang berlangsung selama 6 – 7 bulan, alumni SMAN 48 Jakarta ini dibimbing langsung oleh Radian Salman, SH., LL.M., yang memang memiliki passion serupa di bidang yang sama.

“Beliau membantu saya dari awal pemilihan tema skripsi hingga akhir penulisan. Pada saat penulisan, beliau tidak susah ditemui dan mudah untuk diajak berdiskusi. Pada saat mengoreksi pekerjaan saya juga sangat detil, sehingga kemungkinan kesalahan pada saat sidang jadi makin kecil,” kata Farah Aliyah. (*)

Penulis: Ahalla Tsauro
Editor : Defrina S. S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu