Beragam Cara Mahasiswa UNAIR Dekati Masyarakat dalam Program KKN-BBM

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ikut Terjun : salah satu mahasiswa Universitas Airlangga ikut terjun kedalam ladang untuk membantu menanam di ladang warga. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mengikuti kegiatan sehari-hari yang dilakukan masyarakat adalah salah satu cara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Masyarakat (KKN – BBM) Universitas Airlangga mendekatkan diri dengan warga setempat. Nantinya, pendekatan itu akan berguna dalam melaksanakan program-program yang telah dirancang sekaligus memahami kehidupan masyarakat secara lebih dalam.

Itulah yang kini dilakukan oleh 3.052 mahasiswa UNAIR yang kini sedang mengikuti program KKN – BBM. Mereka diterjunkan ke lima wilayah di Jawa Timur dan Kepulauan Riau sejak 19 Juli – 13 Agustus 2016.

Kedatangan mereka disambut ramah oleh warga dan pejabat setempat. Seperti yang diutarakan oleh Roby Suhada, koordinator mahasiswa KKN – BBM Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. “Kedatangan kami disambut dengan suasana hangat dan nyaman,” ungkap Roby, yang juga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNAIR.

Wilayah kelompok penerjunan KKN – BBM di Putren ini tergolong wilayah pertanian yang subur. Letaknya tak jauh dari pendopo kecamatan setempat. Desa yang memiliki lima dusun ini ditinggali oleh masyarakat yang sebagian besar berprofesi yang tak jauh-jauh dari petani. Berdasarkan pengamatan Roby, warganya sudah cukup sejahtera.

“Kami memanfaatkan kondisi tersebut untuk belajar bersama masyarakat. (Kami) tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berbaur dengan masyarakat sini. Biasanya, kami ikut pergi ke sawah, menanam bawang merah, dan panen sayur sawi. Sambil ngobrol juga dengan warga,” cerita Roby.

Lain Nganjuk, lain pula dengan Sampang. Siti Rohmah, peserta KKN – BBM di Desa Penyapen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, turut bercerita tentang pengalamannya mendekatkan diri dengan masyarakat. Di Penyapen, salah satu kegiatan rutin yang dilakukan warga setempat adalah berselawat usai salat Magrib. Siti bersama kawan-kawan kelompok KKN – BBM turut serta bersama warga mengikuti selawat hampir setiap malam.

“Di depan rumah tempat kita KKN – BBM kan ada masjid besar. Lha ketika di sana ada kegiatan seperti baca selawat setiap Magrib. Nah, kita ambil momen itu untuk memperkenalkan diri lebih jauh mengenai KKN – BBM dan program-program kelompok,” tutur Siti yang juga mahasiswa Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, UNAIR itu.

Menyeduh kopi bersama warga juga dilakukan oleh mahasiswa UNAIR untuk mendekatkan diri dengan masyarakat setempat. Ricky Nuari, contohnya. Mahasiswa Ekonomi Islam yang juga peserta KKN – BBM di Desa Sarirejo, Kabupaten Bojonegoro, memilih untuk ngobrol dan ngopi di warung kopi agar bisa berbaur dengan masyarakat.

Selain dengan warga, anak-anak muda juga harus didekati demi kelancaran implementasi program KKN – BBM. Reny Rachmalia, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, ini memilih mendekatkan diri dengan anggota karang taruna di Desa Karangtengah, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.

“Kita harus akrab sama karang taruna sehingga nantinya kita bisa mengajak mereka bekerja sama,” ujar Reny. (*)

Penulis: Akhmad Janni
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu