Ilustrasi PIH
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Internasionalisasi pendidikan di Universitas Airlangga terus diupayakan. Upaya yang kini sedang gencar-gencarnya dilakukan adalah visiting profesor dan pengembangan jejaring alumni di luar negeri.

Salah satu alumnus UNAIR yang kini berkiprah di luar negeri adalah Dr. Delvac Oceandy. Delvac adalah lulusan Fakultas Kedokteran UNAIR tahun 1996 yang kini menjadi pengajar senior di Universitas Manchester (UoM), Inggris. Delvac merupakan profesor yang akan memberikan kuliah tamu di UNAIR tentang kardiovaskuler pada Kamis (11/8). Selain sebagai profesor, Delvac merupakan supervisor yang berwenang mengenai penerimaan calon mahasiswa pascasarjana di UoM.

“Kuliah tamu Delvac ini penting karena akan dijadikan satu kegiatan di mana orang bisa melihat, contohnya untuk membangun terus relasi yang baik dengan universitas asal seperti apa. Yang kedua, Kehadiran Delvac di UNAIR diharapkan untuk bisa mendorong lebih banyak kerjasama antara UNAIR dengan Universitas Manchester (UoM),” ujar Margaretha Rehulina, Deputi International Office and Partnership UNAIR, ketika ditanya tentang kuliah tamu oleh Delvac nanti.

Selain kedatangan Delvac, UNAIR juga akan mengundang para pengajar di lingkungan UNAIR bidang kardiovaskular dan teknobiomedik yang memiliki minat untuk melanjutkan studi ke Eropa. Begitu juga sebaliknya. UNAIR juga akan mengundang para pengajar UNAIR yang merupakan lulusan berbagai universitas di Eropa.

“Dalam kuliah umum nanti peserta memiliki kesempatan untuk berdiskusi bersama Delvac dalam mengembangkan proposal risetnya. Dan tentu saja, kuliah umum ini nanti juga sebagai ajang peserta untuk bertemu lulusan-lulusan Eropa, berjejaring, dan mengembangkan kerjasama satu sama lain,” tambah Margaretha.

Wakil Rektor III UNAIR Prof. Amin yang membidangi kerjasama riset mengatakan, akan ada beasiswa yang dialokasikan untuk dosen yang akan melanjutkan studi ke luar negeri. Pemberian beasiswa ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas keilmuan dosen agar memiliki jumlah publikasi riset yang lebih banyak.

“UNAIR akan menyediakan beasiswa bagi para dosen untuk kuliah di luar negeri. Tiap fakultas rata-rata lima dosen,” ujar Prof. Amin.

Forum dosen lulusan Eropa

Pada Selasa (2/8) akan diselenggarakan forum dosen lulusan Eropa di UNAIR. UNAIR akan memanfaatkan forum ini untuk memperkuat peran alumni, khususnya dosen UNAIR yang menjadi alumni perguruan tinggi di Eropa.

“Forum ini untuk memperkuat peran dari dosen-dosen UNAIR alumni universitas asing untuk menjadi motor penelitian dan publikasi yang juga mendukung UNAIR. Dosen-dosen alumni ini bisa nanti bikin riset, bekerjasama dengan mantan supervisornya, atau terus membangun kerjasama, baik riset maupun pengabdian masyarakat, sehingga bisa menghasilkan publikasi yang levelnya internasional,” ujar Margaretha.

Margaretha melanjutkan, tujuan lain dari forum ini untuk memetakan diaspora UNAIR yang ada di luar negeri, lulusan UNAIR yang tinggal di luar negeri, bekerja di sana, dan menjabat peran strategis di negara-negara tersebut.

Sebelumnya, forum seperti ini sudah pernah dilakukan, yaitu pertemuan antara alumni universitas di Australia. Besar harapan, seluruh sivitas akademika UNAIR yang pernah studi di luar negeri, utamanya dosen, dapat terlibat dalam forum ini.

“Forum alumni nanti akan dibagi-bagi, dikelompokkan berdasarkan negara atau lokasi studi negara asing. Misalnya, yang yang sudah terjadi adalah forum alumni Australia. Dosen dan sivitas akademika UNAIR lulusan Australia berkumpul ke forum ini. Itu nanti mereka mencari siapa saja lulusan UNAIR yang bekerja di Australia,” lanjutnya.

Ke depan, UNAIR yang digawangi IOP akan mengembangkan forum alumni yang berkuliah di negara-negara lain guna mengembangkan kolaborasi demi meningkatkan kualitas internasionalisasi pendidikan di UNAIR. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).