Menteri Sudan dan Perwakilan Korsel Apresiasi Surabaya dan UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DARI KIRI, Naila Mohammed (Mahasiswa asal Sudan), Margaretha (Sekretaris IOP), Ali Mosa Tawer (Menteri Lingkungan Hidup Sudan), Prof. Amin Alamsjah (Wakil Rektor III UNAIR), M. Jalal (Staf IOP) berpose setelah melakukan diskusi kunjungan persahabatan (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Kegiatan UN Habitat yang diselenggarakan di Kota Surabaya telah usai. Sebagai perguruan tinggi, Universitas Airlangga turut menjadi bagian konferensi yang dilaksanakan setiap 20 tahun sekali itu. Usai acara UN Habitat berakhir, perwakilan dari negara Sudan dan Korea Selatan (Korsel) menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Kantor Manajemen UNAIR, Kamis (28/7).

Kunjungan persahabatan tersebut diterima oleh Wakil Rektor III, Prof. Ir. M. Amin Alamsjah, Ph.D, dan Sekretaris International Office and Partnership UNAIR Margaretha, M.Sc. Dari Sudan, kunjungan ke UNAIR dilakukan oleh Ali Mosa Tawer selaku Menteri Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam, dan Pembangunan Fisik Sudan.

Ketika ditanya mengenai kunjungan tersebut, Margaretha menjelaskan bahwa kedatangan menteri asal Sudan itu dalam rangka mempererat persahabatan dengan UNAIR. Mosa mengucapkan terima kasih kepada pihak UNAIR karena telah membantu mendidik salah satu mahasiswa asal Sudan, Naila Mohammed. Naila merupakan salah satu lulusan pendidikan magister pada Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNAIR yang diwisuda pada bulan Juli 2016.

“Pengalamannya Naila selama kuliah di sini cukup positif, sehingga dia bilang sama menterinya ini yang datang juga pada hari ini untuk berterimakasih pada UNAIR,” ujar Margaretha.

Menanggapi ungkapan terimakasih tersebut, Prof. Amin menyambut baik pernyataan yang telah disampaikan oleh Ali Mosa, dan mengungkapkan  bahwa UNAIR siap membantu dan mendidik lebih banyak mahasiswa asal Sudan yang berminat melanjutkan pendidikan di UNAIR.

Follow up nya biasanya kan dalam bentuk kerjasama, tapi kali ini kita menawarkan berbagai skema pendidikan yang bisa ditempuh di UNAIR, jadi mempermudah mahasiswa asal Sudan untuk menempuh pendidikan di UNAIR,” ungkap Margaretha.

Sebelum menerima kunjungan dari Menteri Sudan tersebut, UNAIR melalui IOP juga menerima kunjungan persahabatan dari perwakilan Korsel, Prof. Shin Gonggu selaku Executive Director of Gwangju Internasional Center.

Profesor Emeritus dari Universitas Nasional Chonnam (CNU) tersebut bercerita bahwa kota Gwangju di Korsel merupakan salah satu destinasi kota dengan jumlah mahasiswa Indonesia yang cukup banyak.

“Tentu saja mahasiswa dari UNAIR banyak yang kesana (CNU, red),” jelas Margaretha.

Selain mengapresiasi UNAIR, Margaretha mengatakan, bahwa kedua perwakilan asal Sudan dan Korsel, mengapresiasi Surabaya, dan menganggap UNAIR sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di Indonesia.

“Surabaya ini kota yang sangat menarik. Banyak budayanya terus juga modern, cuma kalian harus lebih nunjukin gimana Surabaya itu dan UNAIR itu adalah gimana,” ucap Margaretha mengulangi perkataan Prof. Shin Gonggu. “Itu pandangan orang asing terhadap Surabaya lho ,” imbuh Margaretha.

“Itu menurut saya menjadi masukan bagus, mungkin dari dua pertemuan ini menunjukkan bahwa UNAIR dan Surabaya ini sama sama hal yang baik,” pungkas Margaretha. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu