Rektor dalam Obrolan Isu-Isu Publik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Diskusi Obrolan Isu-isu Global di Hall Lantai Empat Rektorat UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Suasana hall lantai empat kantor manajemen UNAIR tidak seperti biasanya. Pasalnya, Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih., SE., MT.,Ak., CMA, bersama beberapa pakar media sosial turut serta melangsungkan diskusi yang diliput langsung oleh televisi milik pemerintah, Selasa (26/7). Diskusi dalam acara obrolan isu-isu publik tersebut dipandu oleh Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR, Drs. Suko Widodo, M.Si.

Diskusi yang juga dihadiri perwakilan mahasiswa dan pegawai di lingkungan kantor manajemen UNAIR tersebut membahas mengenai dampak dan implikasi teknologi informasi. Suko membuka diskusi dengan menyinggung kasus demam permainan Pokemon Go  yang kini tengah melanda publik dunia.

“Dampak berkembangnya teknologi informasi ini memang sulit dibendung, salah satunya yang kini sedang digandrungi. Demam Permainan pokemon Go,” ujarnya.

Dalam paparannya, Prof. Nasih juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi tidak bisa lepas dari sebuah nilai. Baginya teknologi informasi yang berkembang saat ini juga memiliki tujuan bisnis dan mengambil beragam keputusan.

“Ke depan, perkembangan ini harus kita dorong agar memberikan manfaat yang lebih luas. Dalam hal bisnis, misalnya dengan membantu pengembangan UKM kita,” papar Prof.Nasih.

Selaku pengamat sekaligus praktisi sosial media yang turut hadir, Agung menjelaskan bahwa dampak baik dan buruk dari perkembangan teknologi informasi sulit dibendung. Bagi Agung, individu atau pelaku dari teknologi menjadi penentu dari dampak yang ada.

“Sebenarnya ya tergantung dari masing-masing individu bagaimana untuk memanfaatkannya,” terang Agung.

Senada dengan Agung, dosen Ilmu Komunikasi, Kandi Aryani, S.Sos., M.A., menuturkan bahwa teknologi informasi menunjukkan betapa antusias individu untuk terlihat di dalam ranah publik. Pengamat sosial media tersebut juga menambahkan, dengan hadirnya teknologi informasi yang semakin canggih ini, masing-masing individu mampu memproduksi dan mengonsumsi beragam informasi.

“Yang perlu menjadi perhatian saat menggunakan sosial media, harus tahu mana ruang privasi dan mana ruang publik,” tegasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu