Rangkuman Berita UNAIR di Media (26 sd 27/7)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi old.stboston.com

Cek Tulang dan Saraf Firda

Kondisi Alfafirdausyah (4thn), menjadi perhatian dokter. Bukan hanya spesialis kulit dan kelamin yang menangani bocah dengan kelainan xeroderma pigmentosum itu. Spesialis anak juga ikut melakukan pemeriksaan. Menurut Alumni UNAIR, dr. Irmadita Citrashanty, SpKK, Firda, nama panggilan Alfafirdausiyah sudah dikonsultasikan ke spesialis anak. Jumat lalu, bocah asli Pamekasan itu diperiksa dokter tumbuh kembang anak. Senin, (25/7), follow up dari divisi anak dilakukan. Yakni, pemeriksaan bone age dan pemeriksaan darah lengkap. Firda juga dikonsultasikan ke dokter mata. Sayangnya, pasien tidak kooperatif dan tidak mau membuka mata. Untuk memudahkan, Irmadita tengah mengonsultasikan dengan dokter mata bagaimana mendiagnosis mata Firda. Bisa jadi akan koordinasi dengan anestesi agar diberikan penenang mengingat kondisi pasien yang cukup rewel.

Jawa Pos, 26 Juli 2016 halaman 40

Tambah 177 Kuota Jalur Mandiri

Jumlah peserta yang lolos seleksi jalur mandiri di UNAIR dipastikan bertambah dari rencana awal. Sebab, ada tambahan 177 kursi dari peserta yang lolos SBMPTN, tetapi tidak melakukan daftar ulang. Total, ada 2.047 calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur mandiri UNAIR. Kuota awal mencapai 1.840 kursi. Direktur Pendidikan UNAIR, Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih menuturkan, sebelum mengumumkan hasil tes tulis jalur mandiri, jajaran rektorat mengadakan rapat internal. Dia juga menyatakan, setelah hasil tes jalur mandiri diumumkan, peserta yang dinyatakan lolos harus segera menyiapkan kelengkapan berkas dan harus melakukan registrasi mahasiswa baru secara online pada 2-3 Agustus 2016.

Jawa Pos, 26 Juli 2016 halaman 32

Kontrol Porsinya

Di era modern, manusia dituntut serba cepat. Tidak jarang, kebutuhan diri sendiri justru terbengkalai. Pola hidup menjadi tidak karuan dan jauh dari sehat. Karena itu, di usia muda pun, banyak yang mulai terkena penyakit serius, salah satunya diabetes mellitus (DM). Merujuk laporan hasil Riset Kesehatan Dasar pada 2007, sebanyak 10 juta penduduk Indonesia mengalami DM. Sebagian besar berusia produktif. Penyakit jangka panjang tersebut mempengaruhi kadar hormone insulin dalam tubuh. Kondisi ini mengakibatkan glukosa dalam darah menjadi tidak terkendali. Menurut Prof. Dr. fr. Askandar Tjokroprawiro, SpPD., K-EMD, dari UNAIR, imun tubuh yang buruk memengaruhi kondisi organ tubuh lain. Di antaranya, ginjal, paru-paru, dan liver. Meski demikian, Ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi Surabaya (PDNS) tersebut menyatakan, penderita diabetes tidak perlu khawatir karena akan tetap dapat menjalani aktivitas seperti biasanya.

Jawa Pos, 26 Juli 2016 halaman 4

Patah Tulang Tak Perlu Operasi Kedua untuk Pengambilan Sekrup

Dunia kedokteran belakangan ini semakin maju, namun masih banyak kelemahan dan butuh pengembangan untuk penyempurnaan. Salah satunya adalah permasalahan tulang, seperti kanker tulang dan patah tulang. Untuk kanker tulang, biasanya harus mengurangi massa tulang atau bahkan amputasi sehingga butuh tulang tambahan. Sedangkan untuk patah tulang, biasanya membutuhkan platina untuk menyambung, namun masih menyisakan masalah karena harus operasi lagi yang menimbulkan lubang pada tulang akibat pengambilan platina. Hal ini yang melatarbelakangi mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, Andini Isfandiary, Imroatus Sholikhah, Risma Dwi Laksana, Yukiko Irliyani, dan Ahmad Nurianto untuk menemukan biofiller  atau pengganti massa tulang dari ekstrak daun sirsak serta sekrup tulang anti bakteri berbasis komposit nano hidroksiapatit poly. Penelitian ini dilakukan untuk mencari solusi atas permasalahan tulang.

Jawa Pos, 27 Juli 2016 halaman 13

Polisi Pertama Peraih Gelar Doktor Ilmu Sosial UNAIR

Menjadi anggota Polri pertama yang mendapat gelar Doktor dari program studi Ilmu Sosial Fisip UNAIR, tentu menjadi kebanggaan sendiri bagi Kompol Alex Reynold Situmorang. Disertasi yang diusung perwira polisi yang kini menjabat Kasubag Pangkat Robinkar SDM Polda Jatim itu membahas Perpolisian Masyarakat (Polmas) dari perspektif teori Habermas tentang demokrasi deliberative.  Ujian terbuka Alex selesai tepat dua jam. Setelah dinyatakan lulus, lalu disematkan toga, satu per satu undangan menyalami Alex. Selama ujian, Gedung A FISIP mendadak dipenuhi puluhan polisi sebagai undangan akademik ujian terbuka Alex.

Surya, 27 Juli 2016 halaman 11 dan 12, Jawa Pos, 27 Juli 2106 halaman 25 dan 35

Sempat Ditegur karena Marahi Istri sendiri

Diantara 98 dokter spesialis FK UNAIR yang dilantik pekan lalu, terselip kisah sukses pasangan suami istri Taufiq Fatchur- Dini Heryani. Profesionalitas mereka diuji dalam perjalanan menjadi dokter spesialis bedah saraf (SpBS). Taufiq dan Dini merupakan teman satu angkatan. Keduanya berkenalan saat pendaftaran. Enam bulan berselang, mereka memutuskan menikah. Tahun pertama pernikahan, sempat ada konflik karena masalah di rumah sakit dibawa ke rumah. Pengalaman menjalani program pendidikan program spesialis akan menjadi bekal berharga. Lima tahun menimba ilmu dokter saraf sekaligus belajar professional akan mereka terapkan.

Jawa Pos, 27 Juli 2016 halaman 28

Penulis : Afifah Nurrosyidah
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu