Manaf dan Anggi perwakilan dari peserta KKN BBM ke 54 Universitas Airlangga yang diterjunkan di Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro (Foto: Yudira)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

RADIO UNAIR – Sebanyak 3052 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) yang ke 54 Universitas Airlangga, telah di lepas pada tanggal 22 Mei 2016 oleh wakil rektor 1 dan disaksikan oleh beberapa perwakilan dari daerah yang menjadi titik penerjunan.

Dalam program Saga (Seputar Airlangga) radiounair.com menghadirkan perwakilan dari peserta KKN BBM ke 54 Universitas Airlangga yang diterjunkan di Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Kelompok ini terdiri dari 10 orang anggota yang merupakan mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNAIR. Dalam kesempatan ini, Manaf yang merupakan ketua KKN di Pomahan dan Anggi yang merupakan anggota kelompok tersebut memberikan paparan mengenai program unggulan yang akan dilakukan.

Ada beberapa kasus yang mereka temui ketika melakukan peninjauan di lapangan. Kasus yang mereka temui yaitu permasalahan kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Berangkat dari hal tersebut, mereka meramu dan mengonsep “Golden Goals” sebagai pencapaian tim yang akan berfokus pada ketiga permasalahan tersebut.

Untuk mengatasi masalah kesehatan, mereka akan melakukan penyuluhan dan pengarahan seputar sanitasi kepada masyarakat desa agar perduli dan faham tentang pentingnya membuat sanitasi yang benar demi menjaga kesehatan masyarakat. Selanjutnya di bidang pendidikan akan ada kelas pemimpi,  kelas ini selain membantu belajar anak-anak yang bersekolahjuga menjadi kelas motifasi guna menumbuhkan semangat belajar dan mengurangi jumlah siswa putus sekolah, dalam kelas ini diterangkan tentang bebagai jenis beasiswa yang akan mereka dapatkan saat mereka melanjutkan kejenjang berikutnya, selain itu akan ada 2 mahasiswa asing yang secara sukarela ikut membantu mereka menjadi pengajaran bahasa asing serta sebagai narasumber dalam “cross culture”.

Mau tahu talk show lebih lanjut? Ikuti podcast radiounair.com (*)

Penulis: Yudira Pasada Lubis
Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone