Kelulusan Ujian Kompetensi Mahasiswa FK UNAIR Capai 98 Persen

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo didampingi para rohaniawan memimpin sumpah 136 dokter baru lulusan FK UNAIR, di Aula FK, Kampus A Jl. Prof. Dr. Moestopo Surabaya, Rabu (27/7). (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Satu lagi prestasi akademik yang membanggakan mencuat dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR). Dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Profesi Pendidikan Dokter (UKMPPD) periode Mei 2016 yang lalu tingkat kelulusan mahasiswa FK UNAIR mencapai 98%. Untuk itu semua dari 136 dokter baru UNAIR tersebut dilantik oleh Dekan FK, Rabu (27/7) kemarin.

“Ini merupakan peningkatan tingkat kelulusan yang sangat signifikan, melebihi universitas-universitas lain,” kata Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U., ketika memberikan sambutan dalam pelaksanaan pelantikan di Aula FK UNAIR Jl. Prof. Dr. Moestopo Surabaya.

Hadir dalam pelantikan ini antara lain Wakil Rektor III UNAIR Prof. M. Amin Alamsyah, Ir., M.Si., Ph.D., Wakil Direktur RSUD Dr. Soetomo Dr. Bangun Trapsila Purwaka, Sp.OG (K)., M.Kes., Direktur RS UNAIR Prof. Dr. Nasronuddin, dr., Sp.PD-KPTI., para mantan Dekan FK dan para Wakil Dekan.

Seperti diketahui UKMPPD adalah ujian akhir yang harus dijalani oleh setiap mahasiswa Fakultas Kedokteran yang telah menyelesaikan seluruh materi dalam program pendidikan profesi dokter. Dalam UKMPPD ini terdapat dua komponen yang diujikan, yaitu Computer Based Test (CBT) berupa 200 soal dalam 200 menit, serta ujian Objective Structure Clinical Examination (OSCE) yang berupa soal dalam 12 station dan harus dikerjakan dalam waktu 15 menit per stationnya.

Seiring dengan naiknya secara signifikan prestasi kelulusan UKMPPD tersebut, pinta Dekan FK Prof. Soetojo, hendaknya prestasi ini bisa dipertahankan pada masa yang akan datang. Kepada para dokter baru diharapkan prestasi demikian juga mengiringi saat-saat menjalani internship sebagai proses pemantapan mutu profesi dokter untuk menerapkan penyelarasan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dengan praktik di lapangan.

“Dalam internship itulah Anda harus bekerjasama, berhubungan baik dengan sejawat, paramedis, karyawan, dan dengan manajemen. Selain itu juga jangan lupa untuk terus belajar dan berkonsultasi dengan senior, karena belajar itu tidak ada selesainya,” tandas Guru Besar Urologi FK UNAIR ini memberi nasihat.

Sedangkan Wakil Rektor III UNAIR Prof. M Amin Alamsyah yang membacakan sambutan Rektor UNAIR menyampaikan pesan, hendaknya setelah dilantik ini dokter baru segera berkarya secara baik di masyarakat, sekaligus meningkatkan nama baik almamater. Sebagai insan berilmu, seorang dokjter hendaknya juga bisa mendatangkan kemanfaatan kepada orang lain.

“Tantangan akan selalu bertambah, itu pasti. Sehingga harus dihadapi dengan sikap yang bijak, aktif berkontribusi dalam meningkatkan pemecahan persoalan dalam upaya untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. Untuk itu jangan pernah berhenti belajar karena masyarakat juga menanti perbaikan-perbaikan selanjutnya,” kata Prof. Moh Amin Alamsyah.

Wakil Direktur RSUD Dr. Soetomo Bangun, Trapsila Purwaka, dr., Sp.OG (K)., M.Kes., kepada para dokter baru itu juga berpesan untuk segera melaksanakan internship, segera menyelesaikannya, dan segera menjadi dokter yang sesungguhnya, karena dengan demikian akan segera juga untuk mengabdi kepada masyarakat untuk membangun wahana kesehatan seperti yang kita harapkan.

Dari berbagai wejangan itulah, maka dr. Moh Edwin Prasetyo, mewakili rekan sejawatnya yang siang itu dilantik, menyatakan terima kasih atas semula pembelajaran dan nasihat-nasihat bagus yang telah disampaikan.

“Kami akan senantiasa memegang teguh kode etik dokter ini sampai di akhir hayat, karena dibalik ini terdapat tanggungjawab besar sebagai seorang dokter. Untuk itu juga tetap memohon doa dan dukungannya untuk kelak menjadi dokter yang baikd an ideal,” kata Edwin dalam sambutannya.

Disampaikan Edwin, mereka menyadari bahwa kedokteran adalah ilmu yang selalu berkembang. Untuk itu pihaknya juga sadar bahwa dituntut untuk terus belajar meng-update ilmu yang pada akhirnya untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. (*)

Penulis: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu