KEIN Ajak UNAIR Diskusi Roadmap Industri Nasional 2045

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana diskusi KEIN yang bertempat di Aula Kahuripan 301, Selasa (26/7) (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Komite Ekonomi dan Industri Nasional Indonesia (KEIN) tengah merancang roadmap industri nasional 2016 – 2045 sebagaimana instruksi Presiden RI Joko Widodo. Dalam perancangan roadmap tersebut, akademisi Universitas Airlangga menjadi bagian dari delapan perguruan tinggi di Indonesia yang turut menyumbangkan pikiran. Pada Selasa (26/7) bertempat di Aula Kahuripan 301, pimpinan dan anggota KEIN bertandang ke UNAIR untuk mendiskusikan hal tersebut.

Arif Budimanta selaku Wakil Ketua KEIN mengatakan, UNAIR merupakan perguruan tinggi ke lima yang telah diajak oleh KEIN dalam rangka menyusun roadmap industri nasional 2016 – 2045. Selain UNAIR, ada pula Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Cenderawasih.

“UNAIR adalah salah satu center of excellence yang terkemuka di Indonesia, dan memiliki kekhasan di bidang tropical medicine, dan tropikal farmaka. Ini merupakan salah satu diferensiasi yang dimiliki oleh UNAIR. Bidang medicine dan obat-obatan sangat diperlukan di Indonesia, khususnya yang berbasis pada tropika,” ujar Arif.

Pada kesempatan ini, para akademisi dari berbagai fakultas dan lembaga di UNAIR memaparkan potensi masing-masing unit. Mereka memberikan saran dan usulan mengenai roadmap industri nasional 2016 – 2045.

Nantinya, roadmap ini dijadikan sebagai karya yang yang dihasilkan oleh KEIN, pemikiran para akademia di perguruan tinggi, maupun para praktisi yang berkecimpung di sektor industri dan dunia usaha.

Dengan diadakan pertemuan ini, Arif berharap kerjasama tidak hanya berhenti pada pertemuan kali ini. “Bukan hanya dalam penyusunan roadmap, tapi kita akan berlanjut terus nanti dalam kajian maupun men-develop fellowship- fellowship dibidang industri,” ungkapnya.

Arif juga mengatakan, usai pertemuan ini akan diadakan pertemuan lebih lanjut dengan akademia KEIN. “Lebih lanjut tentu saja Rektor UNAIR akan menentukan siapa saja yang akan dilibatkan dalam proses penyusunan roadmap ini,” pungkasnya.

Ekonomi desa

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan KEIN Benny Pasaribu mengatakan, meskipun membahas perekonomian nasional, roadmap industri tetap berpihak pada ekonomi desa. “Mengacu pada Nawacita, kita mesti tetap berpihak pada ekonomi desa. Kita juga mesti berfokus pada pilihan industri apa yang akan kita geluti,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia harus menentukan terlebih dahulu jenis industri yang akan dijadikan fokus agar strategi kebijakan bisa segera diimplementasikan.

Sejalan dengan Benny, Prof. Djoko Mursinto Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR mengatakan, jika Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dilaksanakan sebagaimana mestinya, maka ekonomi desa akan lebih berdaya. “Undang-undang kita itu sudah benar, tapi implementasinya nol,” tegasnya. (*) 

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu