FEB UNAIR Tuan Rumah Halal-Bihalal IAI Jatim

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Saling jabat-tangan diantara anggota IAI Cabang Jatim, dalam Halal-Bihalal di Aula KRT Fadjar Notonegoro, kampus FEB UNAIR, Jumat (22/7). (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Cabang Jawa Timur menyelenggarakan silaturahmi Halal Bihalal dalam rangkaian pasca Hari Raya 1437-H. Pertemuan yang dihadiri hampir seratusan akuntan di Jatim itu dilaksanakan di Aula KRT Fadjar Notonegoro, lantai II gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Jumat (22/07) kemarin.

Ketua IAI Cabang Jawa Timur Prof. Dr. Tjiptohadi Sawarjuwono, M.Ec.,Ak.,CPA.,CA., dalam sambutannya menyatakan senang dan terima kasih atas keperdulian para anggota untuk menghadiri acara silaturahmi anggota IAI Jatim ini, sebab dari kegiatan semacam inilah akan menambah keakraban diantara anggota.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Prof. Dr. Dian Agustia, SE., Ak., M.Si. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, sekaligus sebagai tuan-rumah, juga menyampaikan rasa senang dan terima kasihnya kepada para anggota IAI yang perduli untuk bersilaturahmi.

Baginya, kesempatan silaturahmi untuk saling maaf memaafkan diantara para anggota suatu organisasi ini, selayak untuk diprioritaskan. Karenanya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan keakraban. Bahkan kesempatan seperti ini, menurut Prof. Dian Agustia yang juga menjabat Ketua Kompartemen Akuntan Pendidik (KAP) IAI Jawa Timur ini, diharapkan silaturahmi itu tidak hanya terjadi setahun sekali sehabis Lebaran.

“Silaturahmi hendaknya terus terjalin setiap saat, tidak hanya setiap sehabis Lebaran,” kata Guru Besar bidang Akuntansi pada FEB UNAIR ini.

Pada kesempatan ini juga diisi ceramah agama yang disampaikan oleh Dr. K.H. Imam Mawardi, MA. Dalam ceramahnya antara lain menguraikan tentang implementasi makna puasa Ramadhan bagi muslim dan muslimah. Selain itu juga disinggung makna “menghormati” orang yang berpuasa, sebagaimana yang sempat menjadi permasalahan dalam Ramadhan yang baru lalu terkait kebijakan terhadap jam operasional restoran/depot, tempat hiburan, dsb.

“Setelah kita diuji untuk melaksanakan puasa dengan menahan lapar dan dahaga serta mengendalikan hawa nafsu satu bulan lamanya, sepantasnyalah kita menjadi fitri (bersih, suci). Akan semakin sempurna jika setelah itu ditambahi dengan saling maaf memaafkan diantara kita,” katanya.

Seusai ceramah dan doa kemudian dilanjutkan dengan berjabat-jabatan tangan diantara semua anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Cabang Jawa Timur yang hadir, dan dilanjutkan dengan jamuan bersama. (*)

Penulis: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu