Ika Prastiani Tak Berjuang Sendiri Untuk Jadi Wisudawan Terbaik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
IKA PRASTIANI (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mengangkat judul penelitian “Hubungan Antara Lingkungan Fisik, Kimia, Sosial Budaya dengan Kepadatan Jentik (Studi di Wilayah Kec. Gunung Anyar Kota Surabaya)”, mengantarkan Ika Prastiani menjadi wisudawan terbaik S1 FKM Universitas Airlangga. Perempuan kelahiran Surabaya, 3 Oktober 1994 ini mengaku tertarik dengan penelitian ini karena sebagai mahasiswa yang terjun di dunia kesehatan, baginya penting untuk meneliti lebih jauh tentang kejadian DBD.

“Indonesia sendiri memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit DBD, karena virus dan nyamuk sebagai vektor penularnya telah tersebar di seluruh wilayah mulai pedesaan hingga perkotaan, baik di permukiman dan tempat umum. Untuk itu saya tertarik meneliti hubungan antara faktor lingkungan dengan kepadatan jentik yang dapat berpotensi menyebabkan penyakit DBD,” terangnya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini menuturkan, selama menempuh pendidikan S1 di FKM UNAIR, tak terlalu aktif di organisasi. Meski demikian, ia bukanlah tipikal mahasiswa kuliah-pulang kuliah-pulang. Baginya, apapun tanggungjawab yang dipilih nanti tidak boleh dilakukan setengah-setengah, apalagi sampai lalai melupakan tanggungjawabnya. Sebagai mahasiswa ia lebih mengutamakan serius kuliah dan hanya mengikuti beberapa organisasi.

”Walaupun saya tak banyak mengikuti organisasi namun juga rajin mengikuti workshop dan kegiatan kepanitian atau event-event karena sifatnya tidak terikat, dan saya tetap bisa mendapat pengalaman dan manfaat melalui kegiatan kepanitian tersebut,” terangnya.

Penggemar novel dan menonton film ini juga tidak menyangka dirinya terpilih menjadi wisudawan terbaik. Sebab ia menilai rekan seperjuangannya ketika kuliah banyak yang punya kemampuan lebih darinya.

“Sebenarnya saya tidak menyangka kenapa saya terpilih jadi wisudawan terbaik? Karena saya pribadi merupakan saksi bahwa sebenarnya teman-teman seangkatan yang lain banyak yang lebih hebat dibandingkan saya,” imbuhnya.

Bagi Ika, membuat keluarga bangga memang motivasinya. Karenanya ia terus berusaha sebaik mungkin melakukan berbagai hal. Baginya,  perlu banyak usaha dan kerja keras yang harus dilakukan, tapi keyakinannya bahwa usaha tidak ada yang mengkhianati hasil.

“Jadi, kalau kita menginginkan sesuatu maka kita harus benar-benar berusaha mencapainya, intinya hanya fokus. Tapi saya tidak berjuang sendiri, namun juga doa orang tua, doa keluarga dan dukungan teman-teman,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Dilan Salsabila.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu