Istri Prof. Fasich Rektor UNAIR Ke-12 Tutup Usia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rektor UNAIR Bersama Ratusan Petakziah Tengah Melakukan Salat Jenazah Di Aula Dharmawangsa RS UNAIR (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga periode 2004 – 2015 Prof. Fasich, Apt., tengah berduka. Pada Jumat pagi (22/7) pukul 05.10 WIB, istri Prof. Fasich, Mughnijah Fasich, meninggal dunia di Rumah Sakit UNAIR, dalam usia 64 tahun.

Almarhumah meninggal dunia setelah dirawat di RS UNAIR kurang lebih selama empat bulan. Sebelum akhirnya dirawat di ruang ICU, almarhumah menjalani operasi gigi. Enam jam pascaoperasi, almarhumah mengalami serangan jantung dan mengalami koma. Sejak saat itu almarhumah dirawat di ruang ICU sampai akhirnya tutup usia.

Selepas disucikan di RS UNAIR, Jenazah disemayamkan dan disalatkan di Aula Dharmawangsa lantai delapan RS UNAIR. Selepas salat jumat, jenazah dibawa ke Masjid Ulul Azmi untuk kembali disalatkan. Setelah disalatkan, jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di daerah Sepanjang, Sidoarjo.

Almarhumah Mughnijah meninggalkan satu orang suami dan empat orang anak. Semasa kuliahnya, almarhumah aktif bergabung dengan organisasi Senat Mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR sebagai ketua umum, dan Dewan Mahasiswa UNAIR sebagai sekretaris umum.

Ditemui di tempat persemayaman, Direktur RS UNAIR, Prof. Dr. Nasronuddin mengungkapkan bahwa pihaknya telah berusaha dengan maksimal untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi almarhumah.

“Bahwa kami sudah memberikan pelayanan dan perawatan medis terbaik, dibantu dengan doa-doa. Ternyata, Tuhan berkehendak lain,” tutur Prof.  Nasron.

Dijumpai di tempat yang sama, Tjietjiek Tjajahandarie, Ph.D, selaku Manajer Perencanaan dan Pengembangan RS UNAIR, merupakan salah satu sivitas UNAIR yang dekat dengan Prof. Fasich dan almarhumah. Bahkan, pada tahun 2011, ketiganya pernah melaksanakan ibadah umrah bersama di Tanah Suci. Menurut Tjietjiek, almarhumah merupakan sosok perempuan yang menjadi teladan bagi dirinya.

“Beliau merupakan sosok yang ideal sebagai istri dan ibu rumah tangga. Kemanapun Pak Fasich melangkah, selalu ada doa yang dipanjatkan dari beliau, baik dalam keadaan senang, bahagia, dan berbagai tantangan. Beliau pernah berkata, Pak Fasich adalah mata saya, dan saya adalah tongkatnya,” tutur Tjietjiek.

Saat prosesi persemayaman, Rektor UNAIR Prof. Nasih mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah membantu selama proses perawatan almarhumah hingga meninggal dunia.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT,” terang Nasih. Sebelum memulai salat jenazah, Nasih juga mengajak para pelayat untuk mendoakan almarhumah. (*)

Penulis: Defrina Sukma Satiti
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu