BNN Berdayakan Mahasiswa menjadi Penggiat Antinarkoba

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana seminar oleh BNN yang diikuti oleh 18 kampus di Jatim itu digelar selama dua hari pada tanggal 20 – 21 Juli 2016 di Ruang Kahuripan, Kantor Manajemen, UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Badan Narkotika Nasional Pusat menggandeng Universitas Airlangga dalam upaya pemberantasan narkotika. Upaya tersebut dilaksanakan dalam acara seminar dan praktik lapangan bertajuk “Pengembangan Kapasitas Unit Kegiatan Mahasiswa bidang P4GN (Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). Acara yang diikuti oleh 18 kampus di Jatim itu digelar selama dua hari pada tanggal 20 – 21 Juli 2016 di Ruang Kahuripan, Kantor Manajemen, UNAIR.

Mewakili Rektor UNAIR, Kasubag Kesejahteraan Direktorat Kemahasiswaan Fauzi, S.E., memberikan sambutan dalam acara itu. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai strategi pengembangan program P4GN di lingkungan pendidikan oleh Sinta Dame Simanjutak selaku Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Pusat.

“Indonesia dinyatakan darurat narkoba karena 4,09 juta pengguna narkoba, 27,32% merupakan pelajar dan sekarang marak sekali modus operandi yang dilakukan pengedar untuk menjual narkotika,” ujar Sinta.

Dalam konsep pemberdayaan mahasiswa, ada empat aspek yang diterapkan, yaitu konsep regulasi, penganggaran, program, dan kegiatan. Dengan adanya konsep tersebut, mahasiswa diharapkan bisa menjadi penggiat antinarkoba dengan cara mengadakan sosialisasi mengenai narkoba terutama anak-anak di bawah umur dan remaja. Mahasiswa juga bisa menjadi informan untuk BNN jika mengetahui adanya transaksi narkoba ataupun penggunaan narkoba di sekitar.

“Kami mengharapkan para mahasiswa yang hadir ini bisa melakukan TOT (training on trainer) di kampus masing-masing, sehingga mahasiswa di lingkungan kampus bisa menjadi penggiat antinarkoba dan mengajak kawan yang lain. Sehingga, efek domino dalam kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkoba lebih terkena,” imbuh Sinta.

Setelah materi mengenai P4GN, Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Jatim Sugeng Winarno juga memberikan materi mengenai komunikasi efektif dalam sosialisasi P4GN. Materi terakhir hari pertama ditutup dengan materi tentang implementasi konsep kerelawanan di bidang P4GN oleh Deni Yasmara.

Keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan materi konseling dan simulasi konseling yang dipandu oleh Dekan Fakultas Psikologi. Pada acara konseling, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan lima orang. Dua orang dari masing-masing kelompok berperan menjadi konseli dan konselor. Lalu, tiga orang sisanya menuliskan penilaian terhadap kawan mereka tentang pemahaman terhadap materi yang telah dipaparkan.

Dengan adanya acara yang digelar BNN dan UNAIR, mahasiswa bisa menambah pengetahuan seputar narkoba dan pemberantasannya. “Acara  pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari penuh ini menarik untuk dibahas dan ditindaklanjuti. Justru, harus ada aksi nyata untuk mengubah prevalensi pengguna narkoba supaya semakin berkurang,” tutur Disih Sugianti, peserta program P4GN.

Penulis: Faridah Hari
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

Alifian Sukma

Alifian Sukma

Fotografer UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu