Rektor Dengarkan Curhat Wali Murid Hingga Canangkan Ide Angkat Anak Asuh

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(Dari kiri) M. Hadi Subhan, Prof. Dr. Moh. Nasih, salah satu wali dari mahasiswa penerima bidikmisi, dan Drs. Suko Widodo, M.Si ketika berdialog. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Ratusan wali murid dari mahasiswa baru calon penerima bantuan pendidikan bidikmisi jalur SBMPTN disambut dengan sesi dialog bersama  Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih., SE., MT.,Ak., CMA,. rektor yang juga didampingi Direktur Kemahasiswaan, Dr. M. Hadi Subhan, SH., M.H., C.N, dan Ketua PIH (Pusat Informasi dan Humas) UNAIR, Drs. Suko Widodo, M.Si, mendengarkan beragam cerita dari mahasiswa baru calon penerima bidikmisi dan orang tua wali, Selasa (19/7).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nasih memberikan kesempatan kepada para wali murid calon mahasiswa bidikmisi, untuk menyampaikan beberapa pertanyaan dan keluh kesahnya, setelah putra-putri mereka akan menerima bidikmisi selama masa studi di UNAIR.

“Saya gak menyangka, anak saya bisa masuk ke gedung mewah ini (merujuk ke UNAIR, red). Karena saya ini orang gak mampu,” ungkap wali murid dari mahasiswa bernama Nararian.

Wali murid lainnya juga sempat menceritakan kisah hidupnya yang berujung pada ketidaksanggupan dirinya untuk membiayai perkuliahan putrinya di UNAIR.

“Anak saya sebenarnya mau masuk kedokteran umum, saya bilang ke dia, mau masuk pake uang apa kok kamu mau masuk kedokteran,” ujar wali murid dari Karina, mahasiswa asal Blitar. “Saya khawatir, tapi kok Alhamdulillah ada universitas yang mau menerima anak saya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nasih memberikan wejangan kepada mahasiswa calon penerima bidikmisi, agar selalu hormat kepada orang tua dan para dosen. Selain itu, ia juga mengaskan bahwa semua mahasiswa memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menuntut ilmu di UNAIR.

“Hormati para dosen kalian. Paling tidak, biasakan selalu bersikap mendengarkan para dosen,” seru Prof. Nasih. “Semua pada posisi yang sama untuk menuntut ilmu di UNAIR. Tidak ada yang dilebih-lebihkan,” imbuhnya.

Himbau jadi orang tua asuh

Ada yang unik dalam acara yang diadakan di Aula Garuda Mukti tersebut. Salah satu walimurid yang diberi kesempatan menceritakan kisah hidupnya, ia mengungkapkan bahwa anaknya menempuh sekolah SMAN 1 Geger Madiun, yang sama dengan Suko Widodo selaku moderator diacara tersebut.

Suko pun mempersilahkan mahasiswa yang bernama Ardion Massaid dan ibunya, Suhardiyah, untuk menuju panggung. Setelah berdialog, Kepala PIH tersebut menjadikan mahasiswa calon penerima bidikmisi tersebut sebagai anak asuh.

“Nanti bisa dititipkan ke saya, biar jadi anak asuh saya,” seru Suko Widodo.

Rupanya, kejadian tersebut membuat Rektor UNAIR, Prof. Nasih menghimbau kepada seluruh dosen UNAIR, agar menjadikan salah satu mahasiswa bidikmisi sebagai anak asuh oleh seluruh dosen yang merupakan satu almamater dengan mahasiswa tersebut.

“Mahasiswa bidikmisi yang berasal dari sekolah yang sama dengan salah satu dosen bisa dijadikan anak asuh,” ujar Prof. Nasih. “Kita identifikasi dulu, belum tentu dari semua sekolah ada (dosen dan mahasiswa se-almamater, red). Ini kita kembangkan lagi, dan kita himbaukan kepada para dosen di UNAIR,” imbuhnhya.

Prof. Nasih menegaskan, bahwa pengangkatan anak asuh tersebut, bukan berarti para dosen harus membantu secara finansial, namun lebih kepada sebuah bimbingan atau pembinaan kepada mahasiswa terkait selama perkuliahan di UNAIR.

“Bukan secara finansial namun dalam pembimbingan. Artinya, kalau mahasiswa terkait memiliki permasalahan, dosen selaku orang tua asuh dapat membantu selesaikan masalah tersebut,” ujar Prof. Nasih. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu