Ilustrasi naseo.org
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Yang menarik dari sebuah penelitian adalah bila hasil dari penelitian tersebut aplikatif di masyarakat. Maka itu, mahasiswa dituntut pandai mencari bahan atau topik penelitian. Tentu saja, kepiawaian dosen dalam membimbing juga menjadi faktor penentu.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Program Studi Manajamen pada konsentrasi Riset Manajemen Operasi, topik penelitian yang belakangan kerap dilakukan adalah soal rantai pasok sebuah perusahaan. Konsep tersebut menarik karena mahasiswa dapat meneliti bagaimana perusahaan menjalankan seluruh proses usaha. Dimulai dari pemilihan bahan baku/raw material hingga beragam proses produksi. Selanjutnya, proses distribusi ke agen penjual hingga proses transaksi ke konsumen dan berujung pada proses after sales/purna jual.

Setiap proses bisa diteliti oleh mahasiswa. Bahkan, beberapa mahasiswa bisa terbagi untuk meneliti full process sebuah perusahaan. Topik ini dianggap aplikatif karena mahasiswa bisa langsung berinteraksi dengan perusahaan. Mereka dapat belajar langsung dan memahami segala kelebihan dan kekurangan sebuah perusahaan.

“Penelitian tentang rantai pasok ini banyak membantu perusahaan skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak efektif dalam proses bisnis,” kata dosen Prodi Manajemen Tuwanku Aria Auliandri saat diwawancara Senin lalu (18/7).

Jamak diketahui, perusahaan skala UMKM di indonesia memiliki kendala di aspek kemampuan dan pengetahuan. Tidak hanya terbatas dalam pendanaan modal usaha, pemahaman mereka tentang manajemen operasional terhadap sebuah proses usaha juga masih perlu dibenahi. Kehadiran mahasiswa yang melakukan penelitian,  diharapkan dapat memberi alternatif solusi dan masukan bagi mereka. Dengan demikian, elemen kampus dapat memberi manfaat konkret di masyarakat.

Persoalan yang ada misalnya, tentang manajemen inventory bahan baku. Perusahaan level UMKM perlu dibantu untuk mengidentifikasi bagaimana cara yang pas untuk proses order dan penyimpanan bahan baku.

“Banyak rekan-rekan UMKM yang stok bahan bakunya banyak, namun produksinya tidak optimal. Akibatnya, bahan baku tersebut rusak atau kadaluarsa. Sering hal ini terjadi pada rekan UMKM di bidang kuliner,” tambah Aria.

Ada juga yang berupaya memproduksi dalam jumlah banyak, namun terkendala proses jual. Bahkan, sebaliknya pun juga terjadi. Yakni, produk order banyak, namun terkendala proses produksinya. Contoh tersebut sering terjadi pada UMKM bidang handycraft/kerajinan tangan.

Tantangan Mahasiswa

Saat meneliti beragam proses operasi di perusahaan, terkadang mahasiswa akan dihadapkan pada proses administrasi perusahaan yang tidak terbuka atau data sulit diminta. Karena untuk meneliti proses operasional, mahasiswa perlu mendapat data detail terkait penjualan, vendor, mesin, durasi aktivitas, jumlah barang rusak, jumlah bahan baku, dan lain sebangsanya.

“Ini tantangan bagi mahasiswa. Mereka dituntut mengasah skill komunikasi dan skill negosiasi dengan perusahaan sehingga seluruh data bisa didapatkan,” tambah Aria.

Terkadang, permasalahan belum selesai hanya setelah data didapat. Karena, mahasiswa setelahnya perlu untuk cross check data tersebut dengan staf pekerja lapangan. Upaya cross check data lapangan ini juga perlu ketelitian dan kesabaran. Keterbatasan waktu kerap menjadi kendala. Di sinilah kelihaian mengatur waktu diperlukan.

“Meneliti itu membutuhkan kesabaran, dan saya memiliki keyakinan bahwa mahasiswa S-1 Manajemen FEB UNAIR adalah bibit-bibit potensial yang bakal menjadi akademisi unggul di masa datang. Mereka memiliki segala kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan dan menghasilkan penelitian yang berkualitas. Sekaligus, berkontribusi nyata bagi masyarakat umum dan dunia usaha,” kata Aria. (*)

Penulis : Rio F. Rachman
Editor    : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).