Unsiyah Anggraeni, Angkat Kasus Prostitusi, Seimbangkan Akademik dan Organisasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Unsiyah Anggraeni, S.Sosio., Wisudawan terbaik S1 FISIP (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mengangkat tema penulisan tentang jaringan sosial prostitusi tidaklah gampang, pastinya ada beberapa hal yang harus dilakukan dan juga siap menanggung berbagai bentuk resiko, bahkan bisa-bisa penelitian pada ranah ini akan urung dilanjutkan apabila tidak siap. Menepis berbagai anggapan miring tersebut, perempuan kelahiran Pasuruan, 28 Pebruari 1994 ini mengangkat judul “Jaringan Sosial Prostitusi di Kawasan Tretes Pasuruan” pada skripsinya. Perempuan yang pernah meraih juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Goresan Pena Sosial tingkat mahasiswa se Jawa Timur ini berhasil menyelesaikan penyusunan tentang Jaringan sosial pada kawasan prostitusi dengan tepat.

“Penelitian ini saya lakukan sekitar 2 bulan, setiap harinya dimulai dari pukul 8 malam hingga 11 malam,” ungkapnya.

Unsiyah bercerita lebih lanjut tentang isi dari skripsinya, yaitu tentang jaringan sosial prostitusi yang melibatkan banyak aktor didalamnya dengan fokus kajian pada latar belakang seseorang menjadi pelacur yang kemudian mempengaruhi pada praktik-praktik prostitusi di Tretes.

Anak desa yang juga menyukai pendakian gunung ini mendengarkan dengan seksama ketika berinteraksi dengan pemeran utama jaringan prostitusi, bahkan berbagai hal yang ia dapat dari penelitian tersebut membuatnya semakin dewasa.

“Curahan hati mereka setidaknya membuat saya harus bersikap lebih bijaksana,” tuturnya.

Skripsi yang mengantarkannya menjadi wisudawan terbaik dengan nilai IPK 3,75, harus ia selesaikan dengan selalu mendapatkan teguran dari kedua orang tuanya, dengan alasan berhubungan dengan persoalan prostitusi. Jerih payahnya akhirnya terbayar, skripsinya dapat terselesaikan dengan baik.

“Kalau menginginkan hasil yang bagus wajib membaca berbagai referensi yang sangat berkaitan dan valid,” paparnya ketika sedikit membagikan tips triknya.

Ketekunannya memang sudah lumrah, pasalnya selama kuliah ia memiliki keahlian dalam bidang penulisan. Hal tersebut terbukti dengan berbagai prestasi pernah didapatkannya, selain Juara LKTI Jawa Timur, ia juga pernah menjadi Participant of international conference Multidisciplinary Trends In Academic Research (MTAR-2015) di Bangkok Thailand tahun 2015, kemudian juga Finalis LKTI Youth Power Paper UGM 2015 dan juga Juara 3 Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) PKM GT Se-Universitas Airlangga tahun 2014.

Perempuan dengan nama lengkap Unsiyah Anggraeni, juga aktif di organisasi. Beberapa amanah yang sempat ia duduki antara lain staf administrasi Sekretaris Kabinet BEM KM Universitas Airlangga, serta ormawa-ormawa tingakat universitas dan fakultas juga organisasi Ekstra kampus.

“Organisasi memberikan saya pengalaman dan ilmu lain namun saya juga mengimbanginya dengan akademik yang baik,”pungkasnya. (*)

Penulis : Achmad Janni
Editor : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu