UNAIR Terima Kunjungan SSDN Lemhanas RI

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV Tahun 2016 Di Ruang Sidang Pleno Rektorat UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga mendapat kehormatan sebagai salah satu kampus yang mendapat kunjungan dari Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI). Kunjungan Lemhanas RI kali ini dalam rangka kegiatan Studi Strategis Dalam Negeri  (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan LIV Tahun 2016, Senin (18/7).

Pada kunjungan yang dilangsungkan di ruang sidang pleno, Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., beserta jajaran petinggi UNAIR, menjelaskan mengenai kondisi UNAIR yang terus berbenah dari tahun ke tahun, utamanya kemandirian UNAIR yang mengantarkan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

“UNAIR terus berbenah mulai dulu yang berstatus badan hukum milik negara, kini sudah menjadi PTN BH,” tegasnya.

Menanggapi sambutan rektor, Laksamana Muda FX Agus Susilo yang mewakili Gubernur Lemhanas menuturkan bahwa kedatangannya bersama jajaran kepolisian, TNI, perwakilan negara sahabat, akademisi, dan tokoh masyarakat ke UNAIR ini merupakan pemenuhan fungsi dari Lemhanas. Hal tersebut untuk mendidik, menyiapkan kader dan memantapkan pimpinan tingkat nasional, dan mengkaji berbagai permasalahan strategik nasional, regional dan internasional.

“Tujuan kami kemari tidak lain juga sebagai pemenuhan fungsi lemhanas. Harapannya dari pakar UNAIR yang hadir bisa memberikan wawasan tambahan kepada kami,” paparnya.

Turut hadir sebagai pakar dari bidang hukum, M. Syaiful Aris, S.H., M.H., LL.M., selaku kepala bidang hukum UNAIR yang menjelaskan mengenai statuta UNAIR. Selain Aris, Dr. Sri Endah Nurhidayati selaku dosen D3 Pariwisata UNAIR juga turut hadir dalam kunjungan tersebut. Dalam paparannya Dr. Sri Endah menjelaskan bahwa peranan UNAIR dalam pengembangan kepariwisataan sebagai upaya untuk ketahanan bangsa. Baginya, kekayaan Indonesia yang membentang mulai dari alam, budaya, dan etnis perlu dikembangkan. Dalam dunia pariwisata banyak aspek yang dirangkul, mulai dari identitas bangsa, kemandirian, dan ketahanan.

“Tidak sekedar aspek ekonomi, dalam atraksi pariwisata kepribadian bangsa juga dipertaruhkan, pasalnya dengan saling mengunjungi pariwisata negara lain akan tahu bagaimana kesan negara kita bagi orang lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan pariwisata, keutuhan NKRI juga bisa dijaga. “Menjaga dan memelihara keutuhan NKRI bisa melalui pariwisata, caranya dengan memelihara pulau terluar sebagai aset wisata,” tegasnya.

Di penghujung  diskusi, ia juga menjelaskan peranan UNAIR dalam mengembangkan pariwisata di Indonesia, yaitu menjadikan program studi D3 Pariwisata dalam lingkup fakultas vokasi yang menjadikan prodi ilmu terapan lebih banyak dan melakukan program internasionalisasi, serta pendampingan masyarakat dalam bidang pariwisata.

“Untuk urusan pendampingan kepada masyarakat yang kami lakukan ini, agar mereka bisa menjadi pelaku pariwisata, jadi tidak sekedar penonton,” pungkasnya. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu