Foto Gedung Pusat Bahasa Universitas Airlangga (Foto:= Pusat Bahasa FIB UNAIR )
ShareShare on Facebook225Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

Ada sejumlah cara agar sukses dalam sejumlah tes Bahasa Inggris. Misalnya, TOEFL, English Language Proficiency Test (ELPT), dan lain sebagainya. Pekan lalu, tim UNAIR News berkesempatan mewawancarai Dekan Fakultas Ilmu Budaya Diah Ariani Arimbi SS., MA., PhD. Lulusan S-1 FISIP UNAIR yang melanjutkan S-2 di University of Northern Iowa, Amerika Serikat dan S-3 di University of New South Wales, Australia, ini berbagi trik dan tips agar berhasil dalam tes Bahasa Inggris, bahasa yang boleh dibilang sebagai “bahasa gaul” internasional.

Rutin Belajar

Belajar adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan. Termasuk, keberhasilan dalam tes Bahasa Inggris. Apapun jenis tesnya: Toefl, ELPT, dan lain sebagainya. Selama ini, sudah banyak beredar buku-buku yang berisi jurus jitu menembus nilai yang didam-idamkan.

Tak ada yang instan. Makanya, bacalah buku-buku tersebut. Jangan lupa, sesuaikan dengan jenis tes yang dituju. Selain buku, saat ini juga sudah banyak tautan internet yang menyediakan bahan belajar tes Bahasa Inggris.

“Pahami pattern atau pola dari soal-soal. Secara umum, pattern itu selalu sama. Yang berbeda hanyalah konten pertanyaan. Kalau seseorang sudah menguasai pattern, apapun pertanyaannya, pasti dapat diselesaikan dengan mudah,” kata Diah.

Akrabkan Diri dengan Bahasa Inggris

Mengakrabkan diri dengan Bahasa Inggris bakal membuat diri “manunggaling” dengan bahasa ini. Kalau sudah begitu, pemahaman pun ikut-ikutan berkembang. Bagaimana caranya? Bisa dengan mendengar lagu, menonton film dengan Bahasa Inggris (tanpa teks Bahasa Indonesia), dan dengan membaca literatur berbahasa Inggris.

Secara tidak langsung, mengonsumsi Bahasa Inggris baik melalui “audio” ataupun “visual” bakal menjadi sarana belajar yang mengasyikkan.  Kalau belajar sudah enjoy, pelajaran yang ingin diserap otomatis bakal lebih mudah masuk ke kepala.

Anggap Tantangan

Banyak mahasiswa yang menganggap tes Bahasa Inggris sebagai beban. Baik beban pra yudisum (karena salah satu syaratnya adalah mencapai nilai tertentu), maupun beban untuk mendapatkan beasiswa. Kalau sudah begini, tes bakal jadi momok dan justru menyusahkan secara psikologis.

Maka itu, sejak saat ini, anggaplah tes bahasa Inggris sebagai tantangan. Yakinlah, proses tersebut pasti berlalu. Asalkan, tak pernah henti belajar dan serius untuk menghadapinya. Ini memang klise. Tapi paling tidak, dengan mengubah paradigma, persoalan tersebut bakal jauh lebih gampang untuk dijalani. (*)

Penulis: Rio F. Rachman
Editor: Defrina Sukma S.

ShareShare on Facebook225Tweet about this on Twitter0Email this to someone