Rini Sugiarti Kembangkan Model Kompetisi Siswa Cerdas Istimewa

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dr. Rini Sugiarti., S.Psi., M.Si., Psikolog., Wisudawan Terbaik S3 Psikologi dengan IPK 3,91. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Menjalani kesibukan sebagai dosen sekaligus ibu rumah tangga, tidak menghalangi langkah Dr. Rini Sugiarti., S.Psi., M.Si., Psikolog., menjadi wisudawan terbaik pada program doktoral Ilmu Psikologi Universitas Airlangga. Dengan memegang teguh prinsip fokus, trust, melakukan yang terbaik, dan rendah hati, perempuan kelahiran Semarang, 7 Januari 1976 tersebut menyandang predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,91.

“Penting untuk fokus pada tujuan. Selain itu, apapun yang dikerjakan haruslah diupayakan secara maksimal dan tetap bersikap rendah hati, berani bertanya, serta terbuka terhadap kritik yang bermanfaat untuk kemajuan dan perkembangan diri,” jelasnya saat ditanya mengenai prinsip sukses dalam kuliah.

Selama menempuh pendidikan doktoral, dosen tetap di Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) tersebut juga kerap menjadi pemakalah di berbagai negara. Diantaranya menjadi pemakalah dalam International Conference of Educational Psychology and Society tahun 2015 di Cheng Du, China, dan pemakalah dalam  Conference on  Business, Economics, and Social Science & Humanities tahun 2016 di Bangkok, Thailand.

Dalam disertasi miliknya, Ibu dua anak tersebut mengangkat ide pengembangan model kompetensi sosial siswa cerdas istimewa. Baginya, siswa cerdas istimewa membutuhkan keseimbangan perkembangan yang ideal, antara sisi kognitif (intelektual) dan sisi psikososial (kepribadian).

“Siswa cerdas istimewa memiliki potensi intelektual yang besar. Namun dalam kenyataannya, optimalisasi potensi lebih cenderung dominan pada ranah kognitif saja, sehingga belum mencakup juga secara optimal pada ranah psikososial atau kepribadian,” papar perempuan yang memiliki hobi riset, menulis, dan traveling tersebut.

Di akhir wawancara, Rini yang juga psikolog konsultan di Pelangi Kasih Pusat Asesmen Psikologi di Semarang menuturkan kesannya selama menempuh studi doktoral UNAIR, khususnya di FPsi. Baginya, rekan belajar selama menempuh studi S-3 sangat memberikan atmosfir akademik yang terbuka untuk maju dan berkembang.

“Keluarga besar FPsi UNAIR, para dosen juga karyawan sangat welcome, sehingga menjadikan saya merasa nyaman dalam interaksi akademik. Hubungan yang terjalin sangat baik ini merupakan salah satu support besar  yang memperlancar proses studi yang saya jalani. (*)

Penulis : Nuri Hermawan

Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu