Suasana penyambutan calon mahasiswa penerima bidikmisi jalur SBMPTN di Aula Garuda Mukti. (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS  – Dalam rangka perkenalan dengan mahasiswa bidikmisi jalur SBMPTN, UNAIR melalui Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga (AUBMO) mengadakan kegiatan dengan tajuk “Penyambutan Mahasiswa Baru Calon Penerima Bidikmisi Jalur SBMPTN 2016”, Selasa, (19/07). Acara tersebut dihadiri oleh wali murid dan mahasiswa calon penerima bidikmisi melalui jalur SBMPTN.

Acara yang diadakan di Aula Garuda Mukti, Gedung Manajemen lantai 5 tersebut juga dihadiri oleh Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih., SE., MT.,Ak., CMA, Direktur Kemahasiswaan, Dr. M. Hadi Subhan, SH., M.H., C.N dan Ketua PIH (Pusat Informasi dan Humas) UNAIR, Drs. Suko Widodo, M.Si selaku moderator di acara tersebut.

Dihadapan 274 calon penerima bidikmisi tersebut,  Hadi Subhan menyerukan bahwa seluruh calon mahasiswa penerima bidikmisi UNAIR adalah orang yang luar biasa. Pasalnya, Hadi menganggap bahwa mahasiswa yang mampu, sudah sewajarnya jika bisa melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Tetapi kalau sudah anaknya kurang mampu secara ekonomi, fasilitasnya juga terbatas, lalu membantu orang tua bekerja, tapi bisa masuk di UNAIR itu merupakan sebuah prestasi tersendiri,” kata Hadi dihadapan wali murid dan mahasiswa calon penerima bidikmisi SBMPTN.

Motivasi dari Rektor

Dalam kesempatan tersebut, untuk memotivasi mahasiswa calon penerima bidikmisi, Prof. Nasih juga menceritakan perjalanannya semasa di bangku kuliah. Ia mengatakan bahwa dirinya juga berasal dari keluarga kurang mampu, ia dituntut bolak-balik ke kampung halaman untuk membantu orangtuanya bekerja sebagai petani.

“Dulu belum ada bidikmisi, dulu bantu ayah tani, upahnya ya cuma lima puluh ribu rupiah,” kenang Porf.Nasih.

Prof. Nasih juga menyerukan para wali murid, agar dapat mengikhlaskan putra-putrinya dalam menempuh pendidikan di UNAIR. Pasalnya, banyak dari mahasiswa perantauan yang datang dari daerah yang jauh dari UNAIR. Kelak, mahasiswa perantauan tersebut akan jarang pulang kerumah.

“Saya dulu juga pernah mondok, jauh dari orangtua. Saya berpesan, kita harus ikhlaskan putra-putri kita untuk menuntut ilmu, jangan kaget kalau pulang setahun sekali, itupun pas lebaran idul fitri,” seru Prof. Nasih. “Kami akan melatih mereka (calon mahasiswa bidikmisi, red) untuk bisa menjadi, insyaallah orang berhasil,” imbuhnya.

Diakhir sambutan, baik Prof. Nasih maupun Hadi Subhan sama-sama menghimbau agar calon mahasiswa penerima bidikmisi dapat lulus tepat waktu.

“Rata-rata delapan semester atau empat tahun, kalau lebih dari itu akan dihentikan bidikmisinya, kecuali ada pendidikan profesi,” ujar Hadi Subhan. “Saya himbau adik-adik sebagai calon mahasiswa bidikmisi, agar nanti setelah empat tahun dari sekarang, yaitu tahun 2020, saya yang akan memwisuda anda sekalian,” imbuh Prof. Nasih disambut tepuk tangan oleh hadirin. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone