25 Mahasiswa Wakili UNAIR Pada MTQ Mahasiswa Regional Jatim

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Direktur Kemahasiswaan UNAIR, Dr. M. Hadi Shubhan, SH., M.H., C.N, (kiri) menerima kunjungan delegasi UNAIR yang akan berkompetisi di MTQ Mahasiswa pada 19-21 Juli mendatang. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Visi Universitas Airlangga (UNAIR), Excellence with Morality, sudah dituangkan dalam konstitusi UNAIR. Hal tersebut yang membuat value UNAIR adalah unggul dalam kegiatan yang berbasis moralitas. Itulah ungkapan yang disampaikan oleh Dr. M. Hadi Shubhan, SH., M.H., C.N, selaku Direktur Kemahasiswaan UNAIR ketika memberikan wejangan kepada delegasi UNAIR untuk MTQM (Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa) Regional Jawa Timur yang diadakan di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada tanggal 19 hingga 21 Juli.

“Moralitas dalam hal ini adalah agama. Hal ini menjadikan kampus ini (UNAIR, –red) tidak hanya hebat dalam akademik, tapi juga hebat dalam nuansa agama. Karena itu, salah satu daripada menghidupkan syiar kita adalah melalui MTQ ini,” ucapnya pada Senin, (18/7).

UNAIR melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Religi, mengirimkan 25 mahasiswa yang telah diseleksi melalui seluruh fakultas di UNAIR pada April lalu. Pemberangakatan ke-25 mahasiswa tersebut berlangsung pada Selasa pagi, (19/7).

“Seleksi tersebut diikuti oleh kurang lebih 300 mahasiswa UNAIR di sepuluh cabang kategori yang dilombakan nanti,” jelas Muhammad Kholil, salah satu perwakilan UNAIR di MTQM kategori Tartil Quran.

Dalam mempersiapkan kegiatan yang diadakan dua tahun sekali ini, 25 mahasiswa tersebut mengikuti pembinaan secara intensif dari UKM Seni Religi. Hadi mengatakan, keikutsertaan mahasiswa UNAIR dalam mengikuti MTQM sebagai komitmen UNAIR untuk memberikan wadah penyaluran bakat mahasiswa. Selain itu, didirikannya masjid baru UNAIR “Ulul Azmi” juga dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat mereka.

“Kita tidak main-main dengan komitmen kita dalam hal tersebut, dengan mendirikan satu wadah yang dinamakan UKM Seni Religi. Kemudian kita juga memberikan pembinaan-pembinaan sebelum berangkat ke tempat MTQ ini,” ungkap Hadi.

Dalam proses pembinaan tersebut, kendala yang sering ditemui peserta MTQM adalah bentroknya jadwal pembinaan dengan jadwal perkuliahan. Pasalnya, seluruh peserta adalah mahasiswa aktif di masing-masing prodi.

“Kendala secara khusus tidak ada, tapi secara umum adalah kegiatan mahasiswa yang berkaitan dengan akademik. Misalnya mereka tidak boleh meninggalkan perkuliahan,” ujar Hadi.

Walaupun demikian, harapan untuk menjuarai MTQM menjadi pemicu semangat peserta. Hal tersebut tentu guna mengharumkan nama UNAIR, terutama dalam hal moralitas yang berbasis relegius.

“Kami, 25 mahasiswa yang mewakili UNAIR akan memberikan yang terbaik di MTQ tersebut,” seru Dyah Tri Wulandari, peserta MTQM di kategori Sarhil Quran. “Kami juga bisa didekatkan lagi dengan Al-Quran,” pungkasnya. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

Alifian Sukma

Alifian Sukma

Fotografer UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu