Sampaikan Tesis dalam Tiga Menit, Mahasiswa Asal Indonesia Juarai Kompetisi di Australia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Andi Hermansyah, M.Sc, Apt., staf pengajar Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga yang kini menempuh program doktoral di Australia. (Foto: Alifian Sukma)

UNAIR NEWS – Belajar di negeri orang biasanya menyisakan pengalaman berharga di benak mahasiswa yang menjalaninya. Salah satunya adalah Andi Hermansyah, M.Sc, Apt., staf pengajar Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga yang kini menempuh program doktoral di Australia.

Bagi Andi, salah satu pengalaman menarik baginya adalah ketika mengikuti kompetisi 3MTC atau 3 Minutes Thesis Challenge pada Oktober 2015 lalu. Kompetisi 3MTC pada saat itu diselenggarakan di Sydney Southeast Asia Centre, Australia.

Apa itu kompetisi 3MTC? Kompetisi 3MTC adalah kompetisi khusus bagi mahasiswa yang menempuh S-3 untuk menyampaikan orasi ilmiah sesuai dengan topik tesis yang telah dibuat oleh para peserta kompetisi, hanya dalam kurun waktu tiga menit. Pesertanya berasal dari berbagai negara di belahan dunia.

“Pesertanya ada yang dari Vietnam, Australia dan negara lainnya. Kalau dari Indonesia ada dua,” ujar lulusan program magister Erasmus University, Rotterdam Belanda tersebut.

Andi mengungkapkan, bahwa 3MTC ini memiliki beberapa perbedaan dengan ujian tesis pada umumnya. Fokus utama dari 3MTC ini adalah penyampaian ringkasan penelitian yang menarik perhatian para khalayak luas dalam waktu singkat, selama tiga menit.

“Sedangkan ujian tesis kan ada evaluasi menyeluruh, mulai dari proses hingga hasil akhirnya,” terang Andi. “Keduanya ada benang merahnya, namun tetap tidak bisa dibandingkan. Tentu saja tiga menit tidak akan pernah cukup, tapi itu menunjukkan bagaimana kita bisa menyajikan suatu yang padat dan intens dalam waktu yang singkat,” imbuhnya.

Dalam 3MTC, Andi menyampaikan tesisnya yang bertajuk “Investigation to practice change in Australian and Indonesian community pharmacy”. Dalam penelitiannya, ia memaparkan perubahan praktik di industri farmasi dan pelayanan kesehatan yang terjadi di Australia dan Indonesia. Tujuannya, untuk mendapatkan wawasan dalam pengembangan praktik di apotek masyarakat Indonesia.

“Alhamdulilah atas ijin Allah, saya mendapatkan juara pertama di kompetisi tersebut,” serunya.

Andi mengatakan, dalam proses mengikuti 3MTC, ada beberapa tantangan yang harus dihadapinya. Selain penyampaian tesis dalam waktu singkat, penggunaan bahasa inggris dalam meyampaikan tesis juga memiliki tantangan tersendiri.

“Karena ini forum, jadi background-nya orang berbeda-beda, saya kan dari farmasi. Jadi kita harus mencari cara bagaimana orang dengan berbagai latarbelakang berbeda itu, bisa memahami apa yang kita sampaikan dalam Bahasa Inggris,” terang Andi.

Andi berharap, kompetisi ilmiah seperti 3MTC ini dapat dipopulerkan di Indonesia. Pasalnya, negara lain seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, bahkan Malaysia sudah lazim mengadakan kompetisi layaknya 3MTC. Maka tidak menutup kemungkinan kompetisi 3MTC dapat diadakan di Indonesia.

“Karena kita tau penelitian kita banyak, tapi bagaimana menjualnya dengan kemasan yang menarik, dalam waktu singkat selama 3 menit, kan bagus. Bisa di-upload di media sosial untuk jadi pengetahuan bagi khalayak luas,” pungkasnya. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu