PIH Motori Forum Komunikasi dan Informasi Diskusi Pendidikan Jatim

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana dalam diskusi tentang pendidikan yang digagas PIH UNAIR.

UNAIR NEWS – Suasana gayeng terasa dalam Forum Komunikasi dan Informasi Pendidikan Jawa Timur yang dilaksanakan di d’Kampoeng Surabaya Town Square Jum’at malam lalu (15/7). Kegiatan yang turut digagas Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR itu dihadiri dari ragam elemen masyarakat. Misalnya, dari kalangan wartawan/jurnalis pendidikan, DPRD Surabaya, Dewan Pendidikan Surabaya, Dewan Pendidikan Jawa Timur, perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Timur, dan LSM. Tak ketinggalan, dari pihak Humas seluruh perguruan tinggi di Surabaya. Contohnya, ITS, Unitomo, Untag, UPN Veteran Jatim, dan Unesa.

Ketua PIH UNAIR Drs Suko Widodo MSi dalam sambutannya mengungkapkan, persoalan pendidikan adalah tanggungjawab semua pihak. Bukan hanya dosen dan guru. Namun juga, dunia usaha. Yang terpenting, semua elemen mesti paham kalau sinergitas merupakan sebuah keniscayaan.

“Melalui forum diskusi ini, ide-ide seputar pengembangan pendidikan di Jawa Timur dirumuskan berbagai pihak. Nantinya, akan disampaikan secara langsung pada pemangku kebijakan,” ujar pakar komunikasi politik tersebut.

Dia menambahkan, pendidikan yang selama ini teraplikasi di masyarakat lebih banyak yang mengacu pada kecerdasan ilmu pengetahuan. Padahal, yang utama adalah kecerdasan hidup. “Akibat konsep yang kurang pas tersebut, para pelajar jadi sulit mandiri,” terang dia.

Reni Astuti (mengenakan jilbab) saat memberi penjelasannya dalam diskusi yang dihadiri beragam elemen masyarakat.
Reni Astuti (mengenakan jilbab) saat memberi penjelasannya dalam diskusi yang dihadiri beragam elemen masyarakat.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi mengemukakan, problem pendidikan di Indonesia harus ditelaah dari banyak aspek. Gagasan lintas sektoral mutlak dibutuhkan. “Karena, eksponen yang ditangani itu banyak. Ada siswa, guru, wali siswa, bahkan bila ditarik lebih lanjut, terdapat mahasiswa dan kalangan kampus,” tutur dia.

Anggota DPRD Surabaya Reni Astuti yang juga hadir dalam pertemuan itu menyatakan, ada tak kurang dari 512 ribu pelajar usia SD, SMP, dan SMA di Surabaya. “Butuh banyak kepala untuk memikirkan mereka. Membicarakan anak-anak itu sama dengan membicarakan masa depan Kota Pahlawan,” kata dia.

Sementara itu, para wartawan/jurnalis pendidikan mengaku siap mensosialisasikan atau menjadi jembatan informasi. Terkait semua kegiatan yang menjadi konsentrasi dari forum ini. Dengan demikian, masyarakat menjadi paham dengan adanya gerakan sosial/masyarakat tersebut. “Sudah menjadi tugas kami untuk menjadi kontrol sosial dan membantu menyebarkan kabar yang bermanfaat di masyarakat,” ujar Adit Hananta Utama, wartawan harian Bhirawa. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu