Dubes RI untuk Senegal Hadiri Prosesi Wisuda UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Andradjati (berdiri) menghadiri prosesi wisuda UNAIR periode Juli (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Salah satu tamu kenegaraan penting yang hadir dalam prosesi wisuda Universitas Airlangga periode bulan Juli 2016 adalah Andradjati yang kini menjabat sebagai diplomat untuk negara-negara di Afrika. Ia kini menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Senegal, Gabon, Gambia, Guinea, Guinea-Bissau, Mali, Pantai Gading, dan Republik Demokratik Kongo.

Kedatangannya jauh-jauh dari Afrika khusus untuk mendatangi warga negara Pantai Gading yang berhasil lulus dan menjadi wisudawan terbaik di Universitas Airlangga Dr. Moro Kadjo Daniel Bitty. Daniel menjadi wisudawan terbaik pada program studi S-3 Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang dinyatakan lulus pada tanggal 13 Juni 2016.

“Saya melanjutkan support kepada Daniel Bitty selaku wisudawan terbaik UNAIR. Ketika dia bilang bahwa dirinya akan diwisuda dan tidak ada keluarga di Indonesia, saya merasa ada kewajiban untuk hadir dalam prosesi wisuda dirinya. Saya juga memiliki kedekatan batin selama saya berada di Senegal,” tutur Andra.

Di akhir prosesi wisuda, Andra menyempatkan diri untuk diwawancarai kru UNAIR News. Andra mengatakan, kedekatannya dengan Daniel dimulai ketika ia menjabat sebagai dubes di Pantai Gading. Daniel termasuk salah satu warga negara Pantai Gading yang aktif terlibat dalam acara-acara kenegaraan yang diadakan oleh Andra dan rekan-rekan kedutaan.

“Kami termasuk dekat. Karena selama saya berada di Dakar, Senegal, ia sering ikut mendukung kegiatan kedutaan. Jadi, waktu itu kami bikin kegiatan kesenian, dia membantu. Ini yang membuat saya merasa bahwa kedekatan ini harus selalu dibina,” imbuh lulusan Universitas Libre de Bruxelles, Belgium, ini.

Setelah mahasiswa dinyatakan lulus, implementasi ilmu kepada masyarakat merupakan tantangan bagi lulusan. Menurut Andra, sebagian besar masyarakat masih membutuhkan inovasi-inovasi dari lulusan perguruan tinggi demi tercapainya kemakmuran.

“Sebagian besar dari kita kan, masih membutuhkan ilmuwan-ilmuwan, sehingga sangat diharapkan para lulusan, khususnya dari UNAIR, bisa memperbaiki atau meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia,” pesan Andra yang pernah menjabat sebagai Direktur Afrika, Kementerian Luar Negeri RI, tahun 2010 – 2012.

Internasionalisasi

Salah satu cara untuk memperluas internasionalisasi pendidikan dan meningkatkan posisi UNAIR terhadap kampus-kampus berkelas dunia adalah dengan melakukan kerjasama dengan kampus di luar negeri.

“Saya kira yang penting adalah kerjasama dengan luar negeri. Penting bagi masyarakat luar negeri untuk mengetahui predikat atau prestasi dari UNAIR ini. Kalau tidak ada kerjasama, bisa kekurangan informasi. Jadi, perlu ada informasi yang lebih bisa dijangkau oleh masyarakat di luar negeri,” tutur Andra.

Andra tak menampik bahwa wawasan orang Indonesia mengenai pendidikan di Afrika masih terbatas. Sehingga, mindset itu perlu diubah sehingga kampus-kampus di Indonesia bisa berkolaborasi lebih banyak dan intensif.

“Memang  masih sangat kurang terutama dari Indonesia dan Afrika. Kita (orang Indonesia) masih kekurangan informasi mengenai Afrika, sehingga banyak yang bertanya bagaimana keadaan di Afrika. Ini yang menjadi kendala buat perwakilan Indonesia untuk Afrika sehingga ini harus diubah. Jadi, kita harus lebih banyak berkolaborasi dengan dunia pendidikan. Kalau bisa, UNAIR memang harus lebih banyak menampung atau menerima lebih banyak lagi mahasiswa dari Afrika,” tutur Andra.

Penulis : Defrina Sukma S.
Editor : Binti Quryatul M.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu