FIB Gencar Buat Event Lokal hingga Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dekan FIB Diah Ariani Arimbi SS., MA., PhD (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) terus berupaya menguatkan kapasitas dan kapabilitas civitas akademika. Salah satunya, dengan menyelenggarakan event dengan skala lokal, nasional, hingga internasional. Sepanjang tahun ini, begitu banyak kegiatan yang akan diselenggarakan.

Misalnya, festival budaya yang merupakan rangkaian peringatan dies natalis fakultas saban Desember. Saat itu, digelar rangakain kegiatan yang melibatkan semua departemen di FIB. Dalam perayaan dies natalis kampus pun, pihak FIB diajak berperan sentral. Salah satunya, pada event wayang semalam suntuk. Juga, sejumlah kegiatan lain yang memiliki semangat mendekatkan masyarakat pada kebudayaan.

Adapun event dengan skala nasional antara lain seminar rutin yang diadakan tiap departemen. Ada pula, kuliah tamu yang mendatangkan pakar lintas kampus/institusi. Menariknya, pakar yang dimaksud tak hanya  berasal dari dalam negeri. Namun juga, para ahli dari luar negeri. “Kuliah tamu dengan pembicara berlevel internasional sudah menjadi agenda tahunan kami,” ujar Dekan FIB Diah Ariani Arimbi SS., MA., PhD saat diwawancarai Rabu (13/7).

Selain itu, kegiatan student exchange, lecturer exchange, staff exchange dan riset bersama dengan kampus luar negeri juga terus dilaksanakan. Hal itu dilakukan untuk saling bertukar pengalaman dengan akademisi asing. Sekaligus, membuka wawasan civitas akademika. Tujuannya, agar mereka tidak gampang berpuas diri dan terus termotivasi memberikan hasil terbaik.

Dua tahun sekali, FIB mulai menggelar konferensi rutin bertaraf dunia. Awalnya, pada 2015 lalu, fakultas ini menjadi host. Pada 2017 mendatang, FIB akan menyelenggarakan konferensi internasional kembali. “Kami dipercaya oleh mitra kami dari luar negeri untuk melaksanakan kegiatan ini. Karena, rekan-rekan yakin kami mampu, dan semua itu memang sudah terbukti,” ujar perempuan yang menamatkan program magister di negeri Paman Sam itu.

Ditambahkan Doktor yang lulus dari kampus di Australia tersebut, semua kegiatan akademik maupun non akademik bertujuan untuk melahirkan civitas akademika yang serba bisa. Dalam festival budaya, misalnya, akan ada banyak aktifitas yang cenderung bersifat non akademik. Contohnya, lomba dan pertunjukkan seni.

Tapi prinsipnya, semua program yang di-back up fakultas, memiliki harapan besar guna mempertebal potensi warga kampus. Selain kemampuan yang terukur dengan nilai di transkrip atau laporan tahunan, kesanggupan berkomunikasi melalui seni dan budaya merupakan soft skill yang mutlak dipunyai para lulusan. Kalau sudah begitu, mereka akan lebih gampang diterima masyarakat. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu