Dorong Akreditasi A Semua Prodi FIB

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Wakil Dekan I FIB UNAIR, Puji Karyanto, S.S., M.Hum., Saat Di Ruang Kerja. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Akreditasi merupakan tolak ukur dari keberhasilan sebuah institusi dalam memanajemen seluruh aspek yang terlibat di dalamnya. Dalam dunia pendidikan, akreditasi mutlak diperlukan untuk melihat sejauh mana sepak terjang yang telah dilakukan untuk mencetak SDM yang berkualitas. Dalam hal ini Wakil Dekan I FIB UNAIR, Puji Karyanto, M.Hum., menjelaskan mengenai langkah yang telah dilakukannya untuk meningkatkan kualitas nilai akreditasi bagi semua Program Studi (prodi) di lingkungan FIB UNAIR. Fakultas yang berdiri tahun 1998 tersebut memiliki empat prodi jenjang S1 dengan tiga diantara sudah akreditasi A, dan dua prodi jenjang S2.

“Di kami yang akreditasi B tinggal Sastra Jepang dan itupun tahun ini akan mengajukan ulang akreditasi, untuk program S-2 Kajian Sastra Budaya sudah A, sedangkan S-2 Ilmu Linguistik tinggal menunggu hasil. Kami berharap A atau setidaknya B dan kami tidak berharap C. Meski sebenarnya S-2 Ilmu Linguistik sudah berpotensial mendapatkan A, hanya terkendala di poin lulusan karena linguistik masih sedikit lulusannya,” jelasnya

Ditanya mengenai upaya mewujudkan prodi untuk tetap terakreditasi A, Puji menjelaskan langkahnya sebagai wakil dekan yang membidangi bidang akademik dan kemahsiswaan. Pertama, penyusunan kurikulum. Pihak dekanat dan prodi harus menghimpun masukan dari alumni maupun perusahaan yang ditempati kerja oleh para lulusan.

“Ketika kita meluluskan mahasiswa yang sudah berkerja di berbagai tempat, kita juga meminta tanggapan perusahaan yang ditempati mengenai kinerja alumni, atas kualitas alumni yang bekerja. Selain itu adalah masukan mengenai kendala apa yang dihadapi dan belum didapatkan sewaktu kuliah tapi dihadapi di dunia kerja. Jadi, kurikulum menjadi mata pisau bagi alumni kita saat masuk dalam dunia kerja,” paparnya.

Langkah kedua untuk mendorong nilai akreditasi A, adalah aspek kriteria yang dipakai oleh BAN-PT. “Semua poin dalam BAN-PT kita dorong untuk penuhi, termasuk tertib administrasi dan meningkatkan dosen untuk terus berkarir ke jenjang doktoral hingga profesor,” tegasnya.

Salah satu langkah penting bagi Puji adalah peran mahasiswa. FIB terus mendorong mahasiswanya untuk terus berkiprah dalam berbagai kompetisi, baik tingkat nasional hingga internasional. Selain itu yang tidak kalah penting adalah kegiatan mahasiswa.

Menurut dosen Sastra Indonesia itu, kegiatan mahasiswa juga menjadi salah satu poin penting untuk tolak ukur sebuah akreditasi prodi. Salah satu titik penting dalam kegiatan mahasiswa yakni berupa pelaopran tertulis, ia menegaskan bahwa sebagaian mahasiswa rajin membuat kegaiatan tapi malas membuat laporan, hal itu yang kini sudah dibenahi di FIB.

“Dulu mahasiswa kita sering berkegiatan tapi malas membuat laporan. Sekarang tidak, karena laporan menjadi faktor terselenggara kegiatan selanjutnya. Hal ini penting karena meski punya kegiatan dan ada memang kegiatannya, tapi jika tidak ada laporannya ya tidak diakui,” jelas Puji. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu