Jalin Kolaborasi Riset Dampak Paparan Nikotin

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Penandatanganan naskah MoA antara Dekan FKM UNAIR dan Dekan FKM UBRU di Ruang Sidang Pimpinan, FKM, Rabu (13/7). (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Dalam rangka internasionalisasi pendidikan, pimpinan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) dan Ubon Ratchathani Rajabhat University (UBRU) melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan Memorandum of Agreement (MoA). Penandatanganan MoA dilakukan oleh Dekan FKM UNAIR Prof. Dr. Tri Martiana, dan Dekan FKM UBRU Assist. Prof. Dr. On Anong Bureelerd di Ruang Sidang Pimpinan, FKM, Rabu (13/7).

Penandatanganan MoA disaksikan oleh dekanat FKM, Presiden UBRU dan delegasi UBRU lainnya. Menurut Wakil Dekan I Dr. Santi Martini, penandatanganan MoA kali ini merupakan kelanjutan dari nota kesepakatan yang berlangsung antara 2013-2015 lalu. Santi mengatakan, pihak UBRU memiliki impresi yang positif terhadap kolaborasi sebelumnya.

“Karena selama dengan UBRU, kami aktif melakukan kegiatan setiap tahunnya. Kita pernah berkolaborasi riset mengenai penggunaan pestisida parakuat di Jember, outbond activities seperti pertukaran mahasiswa dan staf ke UBRU, dan pelaksanaan konferensi internasional “International Conference on Occupational Health and Safety (ICOHS)” pada 30-31 Oktober 2013, dan “The 1st International Conference 2015 on Public Health in ASEAN” pada 14-15 Desember 2015 di UBRU,” tutur Santi.

Pada kerjasama kali ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelenggarakan kolaborasi riset dan publikasi, serta konferensi internasional. “Dana riset yang baru disetujui Dikti adalah riset tentang paparan nikotin terhadap petani tembakau. Rencananya, kami akan melakukan riset kantong tanaman tembakau seperti Probolinggo, Bojonegoro, dan Jember. Golnya adalah menghasilkan publikasi internasional untuk mendukung target UNAIR menuju peringkat 500 besar dunia,” tutur Santi.

Berikutnya, setelah melakukan penelitian, pada tahun 2018 nanti akan diselenggarakan konferensi internasional yang diikuti oleh peneliti dari negara-negara ASEAN. Setelah penandatanganan MoA, Assist. Prof. Supaporn Chaigarun peneliti yang juga Wakil Dekan FKM UBRU, memberikan kuliah umum mengenai paparan nikotin terhadap petani tembakau. (*)

Penulis : Defrina Sukma S.
Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu