UNAIR dan UBRU Thailand Sepakati Kerjasama Riset

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rektor UNAIR Prof. Nasih dan Rektor UBRU Assist. Prof. Prachoom Pongpan menandatangani nota kesepahaman (MoU) didampingi oleh Wakil Rektor UBRU Assist. Prof. Dr. Aree Luangna, di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen, Rabu (13/7). (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Sepuluh delegasi Ubon Ratchathani Rajabhat University (UBRU) berkunjung ke Universitas Airlangga untuk melakukan penandatanganan kerjasama nota kesepahaman (MoU). Kunjungan delegasi UBRU diterima oleh Rektor UNAIR dan pimpinan fakultas di Ruang Sidang Pleno, Rabu (13/7).

Kesepuluh delegasi itu adalah Assist. Prof. Prachoom Pongpan (Rektor UBRU), Assist. Prof. Dr. Aree Luangna (Wakil Rektor UBRU), Assist. Prof. Damrongchai Sokantat (Dekan Fakultas Pertanian), Assist. Prof. Dr. On Anong Bureelerd (Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat), Assist. Prof. Chariya Panthwangkoon (Dekan Fakultas Pengobatan Tradisional Thailand), Assist. Prof. Supaporn Chaigarun (Wakil Dekan FKM), Dr. Ananya Dechakhampu (peneliti dan pengajar pengobatan tradisional Thailand), Assist. Prof. Surin Luangna (peneliti dan pengajar FKM  UBRU), Dr. Sungwari Sombon (peneliti dan pengajar fakultas pertanian), dan Dr. Nattakit Sawadthaisong (Kepala Urusan Internasional UBRU).

Dari pihak UNAIR, delegasi yang hadir diantaranya berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, Fakultas Keperawatan, dan Ketua International Office and Partnership. Menurut Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, bidang kerjasama yang dikolaborasikan adalah kolaborasi riset dan publikasi pada jurnal internasional yang terindeks Scopus, dan pengiriman staf ke UBRU.

“(Bidang) akademik lah, terutama riset dan publikasi karena itu yang menjadi hal terpenting. Karena sebelumnya sudah ada pertukaran mahasiswa. Nanti juga ada staff exchange, riset kolaborasi, ke depan kita akan concern ke publikasi. Kita saling mengirim utusan untuk jadi reviewer, dari sini ke sana, dan dari sana ke sini,” tutur Rektor UNAIR.

 

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut juga mengungkapkan, bahwa kedatangan delegasi dari kampus luar negeri merupakan momen yang tepat dalam memperluas kerjasama internasional bagi UNAIR.

“Kita menjalin kerjasama dengan semuanya. Kalau ada rekan-rekan dari Thailand, Malaysia, dan wilayah lainnya, yang berkenan dengan UNAIR, kita welcome dan terima dengan senang hati. Karena ke depan, kita tidak bisa bekerja sendirian, jadi harus bersama-sama,” imbuh Prof. Nasih.

Salah satu pihak FKM UBRU yang pernah menjalin kerjasama dengan FKM UNAIR mempresentasikan pengalaman kerjasama yang telah dilakukan selama dua tahun pada 2013 – 2015. Kerjasama yang ia lakukan berada di bawah skema nota kesepakatan (MoA) yang ditandatangani pada 21 Maret 2013 silam.

Bentuk kerjasama MoA yang dimaksud diantaranya riset mengenai sanitasi dan pengairan, pertukaran staf pengajaran, serta konferensi internasional bertema “International Conference on Occupational Health and Safety (ICOHS)” pada 30-31 Oktober 2013, dan “The 1st International Conference 2015 on Public Health in ASEAN” pada 14-15 Desember 2015 di UBRU. (*)

Penulis : Defrina Sukma S.
Editor   : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu