Prodi Pendidikan Dokter Jadi Favorit Peserta Jalur Mandiri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

Jalur mandiri terima pendaftar Bidikmisi

Seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Airlangga merupakan peluang terakhir bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat yang ingin diterima dan merasakan kuliah pada program studi strata satu. Sesuai jadwal, pendaftaran via daring (dalam jaringan/online) penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Airlangga akan ditutup pada Kamis (14/7).

Sampai Selasa siang (12/7), jumlah peminat jalur mandiri UNAIR mencapai 8.868 orang. Angka itu disampaikan oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, ketika ditemui usai acara halalbihalal di Kantor Manajemen UNAIR.

Menurut Prof. Nasih, prodi S-1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, UNAIR, masih menjadi pilihan favorit pendaftar jalur mandiri. Jumlah pendaftar prodi Pendidikan Dokter FK UNAIR mencapai 2.161 orang, sedangkan kuota yang tersedia berjumlah 75 kursi. Pada kelompok IPS, prodi Akuntansi diminati oleh 548 orang, sedangkan kuota yang tersedia berjumlah 87 orang.

Namun, bagi sejumlah prodi yang memiliki kekurangan peminat, Prof. Nasih akan memberikan perlakuan khusus. Perlakuan yang dimaksud adalah memperpanjang masa pendaftaran bagi prodi-prodi yang tidak banyak diminati pada jalur mandiri, seperti Ilmu Sejarah.

“Untuk jalur mandiri, beberapa prodi kita memang agak kurang, misalnya Ilmu Sejarah akan kita penuhi di SBMPTN. Karena peminat jalur mandiri pasti akan jarang. Kita akan coba (terima) dari pendaftar yang menempatkan pilihan kedua dan ketiga. Apabila memang masih kurang, kita akan coba buka (pendaftaran) lagi,” tutur Prof. Nasih.

Bidikmisi jalur mandiri

UNAIR secara resmi menerima calon mahasiswa jalur mandiri dengan program Bidikmisi. Bidikmisi merupakan beasiswa yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi tapi kurang mampu secara ekonomi. Pendaftaran via daring bisa dilakukan mulai tanggal 12 Juli dan ditutup pada 19 Juli 2016 pukul 22.00. Persyaratan khusus yang wajib dipenuhi oleh pendaftar bidikmisi jalur mandiri adalah peserta harus memiliki nomor bidikmisi.

Verifikasi dokumen pendaftaran akan dilakukan pada tanggal 12 – 19 Juli 2016 dan pengumuman lolos verifikasi pendaftaran daring akan dilakukan pada rentang tanggal tersebut. Namun, bagi pendaftar yang tidak lolos verifikasi, akan diberi masa perbaikan sampai tanggal 21 Juli 2016 pukul 15.00.

Pelaksanaan ujian mandiri baik jalur bidikmisi maupun non-bidikmisi akan dilangsungkan bersamaan pada tanggal 24 Juli 2016. Pelaksanaan ujian tertulis akan dilangsungkan secara paper-based test yang meliputi tes potensi akademik, dan tes prestasi akademik.

Tes potensi akademik yang diujikan meliputi materi kemampuan verbal, numerik, dan penalaran. Sedangkan, pada tes prestasi akademik kelompok IPA, materi yang diujikan adalah Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, dan Bahasa Inggris. Pada kelompok IPS, materi yang diujikan adalah Matematika, Sosiologi dan Antropologi, Tata Negara, Ekonomi, Geografi, Sejarah, dan Bahasa Inggris. Bagi pendaftar kelompok IPC, materi yang diujikan adalah gabungan kelompok IPA dan IPS.

Hasil seleksi jalur mandiri akan diumumkan pada tanggal 26 Juli 2016. Tahpa selanjutnya, registrasi mahasiswa baru jalur mandiri akan dilaksanakan pada tanggal 2 – 3 Agustus 2016. Formulir jalur mandiri pada kelompok IPA dan IPS dapat dibeli senilai Rp300 ribu, sedangkan formulir kelompok IPC dapat dibeli senilai Rp500 ribu.

Jadwal bersamaan

Jadwal seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri dan vokasi (D-3 dan D-4) UNAIR kali ini dilaksanakan berbarengan. Menurut Prof. Nasih, kebijakan tersebut diberlakukan untuk menghindari kesempatan coba-coba bagi lulusan SMA/Sederajat yang ingin masuk ke UNAIR.

“Kami berharap agar orang itu mulai berpikir realistis. Orang itu harus memilih mau D-3 atau S-1. Kalau mau kerja, ya, pilih ke D-3 saja. Jadi, tidak bisa lagi seperti dulu. Kalau daftar S-1 nggak lolos, terus daftar D-3 semuanya. Jadi, mulai sekarang harus dilakukan pemilihan,” tutur Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR. (*)

Penulis : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu