Perpustakaan Tingkatkan Pelayanan Melalui Optimalisasi Teknologi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Para mahasiswa sedang menikmati sarana komputer baru di perpustakaan.

UNAIR NEWS – Bila tahun lalu mahasiswa yang masuk perpustakaan harus meninggalkan id card saat ingin meminjam loker, tahun ini hal itu sudah tidak ada. Sekarang, mahasiswa hanya menunjukkan KTM untuk di-scan barcode-nya. Setelah itu, yang bersangkutan diberi nomor/kunci loker.

Optimalisasi teknologi tersebut dilakukan perpustakaan untuk memaksimalkan pelayanan. Sudah barang tentu, cara tersebut memudahkan mahasiswa yang ingin masuk ke sana. Perpustakaan sendiri akhirnya memiliki data kongkret yang sudah terdigitalisasi. Jadi, para peminjam loker dan pemegang kunci bisa terpantau.

Langkah ini juga meminimalkan tertukarnya id card mahasiswa yang awalnya selalu dititipkan pada petugas loker. “Otomasi sistem loker ini tentulah memiliki dampak positif. Banyak mahasiswa yang mengaku puas dengan layanan ini,” kata Humas Perpustakaan Agung B. Kristiawan.

Yang tak kalah menarik, sejak sekitar sebulan yang lalu, di perpustakaan kampus B, terdapat 40 komputer anyar. Sarana ini bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk membuka jurnal-jurnal langganan UNAIR. Baik level nasional, maupun internasional. Plus, bisa diunduh dengan flashdisc.

Di sisi lain, pengunduhan jurnal langganan UNAIR itu juga bisa diakses dari luar perpustakaan. Jadi, akses online sudah tersedia. Untuk keterangan dan cara kerjanya, bisa dilihat di www.lib.unair.ac.id. Sarana ini hanya dapat dipakai oleh civitas akademika UNAIR.

“Kami menyediakan fitur online sebagai bentuk pelayanan virtual. Dengan begini, jumlah kunjungan virtual bisa terdata dengan baik,” papar lelaki yang juga aktif di American Corner tersebut. Keaktifan kunjungan virtual memiliki imbas pada penghitungan poin webometric. Maka itu, aspek tersebut diberi atensi khusus.

Untuk mensosialisasikan teknis kunjungan virtual, tim IT Perpustakaan sudah melakukan roadshow ke seluruh fakultas dan unit. Dengan demikian, informasi tentang terobosan ini bisa tersebar secara merata. “Semua layanan di perpustakaan, termasuk yang virtual, dapat dinikmati civitas akademika secara gratis,” ungkap Agung. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu