Rangkuman Berita UNAIR di Media (1/7)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Sempat Pesimis Karena Terlambat Ujian

Diterima menjadi mahasiswa Universitas Airlangga tentu saja membanggakan. Apalagi jika ditambahi predikat sebagai peraih nilai tertinggi nasional. Itulah yang kini dirasakan Regine Wiranata, seorang camaba Fakultas Hukum Universitas Airlangga peraih predikat nilai tertinggo SBMPTN 2016 bidang sosial humaniora dengan skor 842,69. Sejak duduk di kelas X, putri pasangan Gwie Julia dan Daniel Wiranata tersebut memang mengidam-idamkan kuliah di FH Unair. Keinginan itu bermula ketika Regine mengikuti lomba debat bahasa inggris yang diadakan FH Unair. Regine kembali mengikuti kompetisi di FH yang bernama Asian Courtlike Debate Campionship dan berhasil membawa juara pertama. Kompetisi itulah yang membuat Regina semakin getol belajar ilmu hukum. Akhirnya, Mei lalu Regine mendaftar SBMPTN dan hanya mengambil pilihan FH Unair. Saat ujian, Regina terlambat 10 menit setelah ujian berlangsung. Namun beruntung, 28 Juni lalu panitia SBMPTN mengumumkan namanya lolos sebagai camaba FH Unair.

Jawa Pos , 1 Juli 2016 halaman 39

Neyza-Cita bakal Dempet Seumur Hidup

Harapan orang tua bayi kembar siam asal Kediri, Citra Fazira Ramadani dan Neyza Fazira Ramadani untuk melihat mereka pisah pun kandas. Tim Dokter Kembar Siam RSUD dr Soetomo menyatakan bahwa bayi kembar siam itu tidak bisa dipisahkan seumur hidup. Hasil pemeriksaan CT Cardiac menunjukkan bahwa jantung Neyza dan Citra gabung menjadi satu. Ketua Tim Dokter Kembar Siam RSUD dr Soetomo yang merupakan Alumni Universitas Airlangga mengatakan, meski kedua kembar siam ini tidak bisa dipisahkan, pihak Tim Dokter tidak akan lepas tangan. Citra dan Neyza tetap mendapatkan pemantauan dan perawatan seumur hidup dan akan menyiapkan sepatu khusus untuk Citra yang lebih pendek, agar tidak memberi beban saat berjalan pada Neyza.. Tim Dokter meminta mereka tetap kontrol setiap 3-6 bulan sekali.

Sindo, 1 Juli 2016 halaman 14, Surya, 1 Juli 2016 halaman 13 dan 16

Rindu Masakan Nenek

Idul Fitri selalu menjadi saat yang paling dinantikan Vivi Nurfaizah. Ia mengaku ini menjadi kesempatan bertemu seluruh keluarga besarnya, terutama dari keluarga sang mama yang banyak merantau. Selain itu, mahasiswa semester 6 Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya merasakan rindu masakan nenek seperti opor dan nasi boran. Vivi memaparkan ritual keluarga besarnya setiap lebaran, salah satunya nyekar ke makam kakek usai shalat Idul Fitri usai. Saat mendapatkan uang saku lebaran, Vivi memanfaatkan untuk membeli bahan-bahan untuk baju rancangannya. Belum lama ini, Vivi menjadi pemenang favorit busana rancangan di ajang Hijabers Surabaya Model Search di Ciputra World Surabaya.

Surya, 1 Juli 2016 halaman 13 dan 16

Rekonstruksi Wajah Bocah, Wajah Fia tak Cekung Lagi

Tiga bulan lau, Noer Afiah, penderita crouzon syndrome memiliki wajah cekung dengan bola mata besar yang menonjol. Namun, kini penampilannya berubah setelah pemasangan external distraction selama tiga bulan. Dokter bedah plastik yang merupakan pakar Universitas Airlangga, dr Indri Lakhsmi Putri SpBPRE (KKF) yang melakukan operasi plasik pada Fia mengaku cukup puas dengan hasil yang dicapai. Operasi dengan memajukan wajah tengah merupakan yang pertama di Indonesia. Ini bisa menjadi harapan baru untuk mereka yang juga menderita crouzon syndrome. Setelah ini, Dokter Putri mengajukan Fia berkosultasi ke Dokter Gigi untuk pemasangan behel. Tujuannya, rahang bawahnya bisa lebih maju.

Jawa Pos, 1 Juli 2016 halaman 29 dan 39 

Penulis: Afifah Nurrosyidah

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu