Magister Manajemen UNAIR Bagi-bagi Santunan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat, sivitas akademika program studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga, memberikan santunan kepada anak-anak dan pengurus Unit Pelaksana Teknis Dasar (UPTD) Kampung Anak Negeri, Jumat (1/7).

Koordinator Program Studi S-2 Magister Manajemen FEB UNAIR Dr. Gancar Candra Premananto, S.E., M.Si, mengatakan bahwa Surabaya juga memiliki panti sosial yang menampung anak-anak terlantar dan ank-anak berkelakuan kurang baik yang berada di bawah lembaga pemerintahan.

“Panti sosial di sini juga butuh perhatian dan dukungan sebagaimana panti lainnya. Akhirnya, kita coba datangi ke sini dan ternyata anak-anaknya memiliki prestasi yang lumayan. Ada yang jadi petinju dan pembalap. Saya harap nanti dari UNAIR ada kerja sama dari fakultas-fakultas lainnya,” tutur Gancar.

Kegiatan santunan bertema BBM Hari Raya (Berbagi Berkah Menjelang Hari Raya) yang diberikan diantaranya berupa pakaian bekas layak pakai, kipas angin, parsel, sejumlah uang, sekardus minuman ringan, hingga kompor gas. Santunan itu diberikan kepada 35 anak dan pengurus UPTD.

“Kita beri parsel kepada mereka sebagai apresiasi terhadap para pendidik. Kemudian untuk anak-anaknya ada uang untuk orang tua mereka, ada teh gelas untuk lebaran, ada kipas angin karena mereka pasti butuh buat musala, ada kompor gas karena mereka sedang bikin keripik dan kafe untuk dijual, ada buku Alquran, dan mesin kompresor untuk cuci motor, alat musik simbal karena mereka juga senang dengan musik. Itu dihimpun dari mahasiswa, dosen, karyawan MM,” tutur Gancar.

Antonius selaku tim pembina UPTD mengatakan, anak-anak yang menghuni di panti asuhan berasal dari penjangkauan, titipan orang tua, dan razia tim Satpol PP atau Linmas. Usia mereka berkisar antara 7 – 18 tahun. Selama di UPTD, anak-anak memiliki aktivitas rutin, seperti belajar, mengaji, bermusik, dan sebagainya.

“Jadi, ada ekstrakurikuler. Mereka dibina dan dilatih seperti menjahit, bersepeda, tinju, bermusik. Pokoknya, banyak. Mereka diberikan skill dan pelatihan khusus, diberi link ke KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia),” ujar Antonius.

Dengan adanya bantuan dari MM UNAIR, ia merasa bersyukur bahwa masih ada bentuk kepedulian dari masyarakat kepada penerus bangsa.

Salah satu penerima bantuan yang juga juara tinju se-Surabaya, Bledeg Sangheta, berterima kasih kepada pihak MM UNAIR. Senada dengan Bledeg, Ketut Purnomo yang pernah meraih juara balap sepeda nasional di Magelang juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh sivitas akademika MM UNAIR.

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu