Rangkuman Berita UNAIR di Media (29/6)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

Camaba Unair Raih Skor Tertinggi

Pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilakukan Selasa (28/6). Calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Airlangga berhasil meraih skor tertinggi secara nasional dalam bidang sosial humaniora (soshum). Rektor UNAIR Prof. Dr Mohammad Nasih mengatakan, nilai tertinggi diperoleh camaba Fakultas Hukum, Regine Wiranata, dengan skor 842. Regine melengkapi penerima Bidikmisi melalui jalur SBMPTN menjadi 293 calon mahasiswa. Di bidang saintek, ada camaba dari Fakultas Kedokteran meraih nilai SBMPTN tertinggi di lingkungan UNAIR, yaitu Ilma Arianti, alumnus MAN Batam.

Radar, 29 Juni 2016 halaman 2, Sindo , 29 Juni 2016 halaman 20, Surya, 29 Juni 2016 halaman 13 dan 14

Hanya 4.932 Yang Lolos SBMPTN

SBMPTN telah diumumkan, dan berdasarkan data Panitia Lokal (Panlok) 50 Surabaya, hanya sebagian kecil dari 50.618 pendaftar SBMPTN yang lolos seleksi. Dari UNAIR, ITS, dan Unesa ada 4.932 yang diterima. Rektor UNAIR Prof Moh Nasih menyatakan, dari total 36.310 pendaftar yang memilih pilihan 1,2, dan 3 yang diterima SBMPTN hanya 1.750 orang. Di UNAIR sendiri, proses daftar ulang dapat dilakukan secara online melalui website UNAIR. Namun, daftar ulang secara langsung rencananya baru dibuka tanggal 19-20 Juli 2016. Dari 1.750 camaba yang diterima melalui SBMPTN UNAIR, 293 diantaranya adalah camaba bidikmisi.

Jawa Pos, 29 Juni 2016 halaman 41

Anak Butuh Snack

Ngemil adalah salah satu kegemaran anak-anak. Orang tua mesti cerdas memilih snack yang tepat untuk buah hati. Ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Eko Dwi Martini mengungkapkan, snack merupakan sajian selingan di samping makanan utama. Anak dibawah lima tahun akan beresiko kurang mendapat kecukupan gizi hanya dari makanan utama. Karena itu, pemberian snack bergizi perlu dilakukan secara rutin. Menurut Eko, waktu pemberian makanan tambahan terbaik adalah di antara waktu makan utama. Hal ini akan mengajari anak makan teratur. Sebaiknya orang tua membiasakan anak makan porsi kecil agar lambung anak tidak bekerja terlalu keras. Selanjutnya, komposisi snack harus memenuhi kaidah kebutuhan nutrisi, yaitu karbohidrat, vitamin, lemak, dan serat. Komposisi makanan tambahan bergizi seimbang yang dibutuhkan anak untuk protein berkisar 10 sampai 15 persen, lemak sekitar 10 sampai 20 persen, sisanya karbohidrat.

Jawa Pos, 29 Juni 2016 halaman 52

Teliti Sekrup yang Aman untuk Patah Tulang

Penanganan kasus patah tulang umumnya dilakukan dengan memasang sekrup serta pelat logram berbahan platinya atau stainless steel. Namun, dua bahan tersebut tersebut tidak bisa terlalu lama ditanam dalam tubuh. Berangkat dari kondisi itu, lima mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga membuat inovasi bone screw berbahan nano-hidroksiapatit (bioaktif keramik). Pada penelitian ini, digunakan poly (1,8 octadienol-c-citrate) atau yang biasa disebut POC dan nano-hidroksiapatit. Biodegrable bone screw berbahan POC dipilih karena memiliki sifat nontoksin, biokompatibel, biodegradabel, dan memiliki sifat mekanis. Bahan ini juga aman karena kompatibel dengan jaringan tulang.

Jawa Pos, 29 Juni 2016 halaman 44 

Penulis: Afifah Nurrosyidah
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu