SBMPTN Tampung 1750 Camaba, Nilai Tertinggi Soshum Masuk FH UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana daftar ulang mahasiswa baru tahun lalu (2015) di Gedung Airlangga Convention Center, Kampus C UNAIR. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Hari Selasa (28/6) kemarin secara serentak diumumkan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2016. Pada jalur penerimaan ini Universitas Airlangga menerima 1750 calon mahasiswa baru (camaba). Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari peserta test SBM-PTN sebanyak 11 ribu lebih yang mendaftar UNAIR sebagai pilihan pertama.

Dari 1.750 camaba yang diterima tersebut, 293 diantara camaba itu merupakan pendaftar beasiswa Bidikmisi dari pemerintah (Kemenristek Dikti), sehingga jumlah tersebut merupakan 16.7% dari seluruh calon mahasiswa yang diterima pada jalur SBM-PTN.

“Alhamdulillah jumlah penerima Bidik Misi itu mudah-mudahan bisa memenuhi keinginan mahasiswa yang tidak mampu, namun tetap bisa melanjutkan kuliah,” kata Rektor UNAIR, Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA., dalam jumpa pers di ruang kerjanya, Selasa (28/6) sore.

Dari hasil seleksi SBM-PTN secara nasional, UNAIR bahkan memperoleh camaba yang meraih nilai hasil tes tertinggi nasional untuk bidang sosial humaniora (Soshum). Camaba tersebut adalah Regine Wiranata, diterima pada Fakultas Hukum UNAIR. Ia memperoleh skore nilai 842,69. Alumni SMA Cita Hati Surabaya itu sekaligus merupakan camaba pemohon beasiswa Bidikmisi.

Sementara camaba untuk nilai tertinggi SBMPTN secara nasional bidang sains dan teknologi (eksakta) diterima di ITB dengan skore 934,95. Ia diterima pada prodi Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Sedang tertinggi bidang bahasa diterima di Universitas Negeri malang (UM). Kemudian dari sekian yang diterima di Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR, yang meraih nilai tertinggi adalah camaba atas nama Nur Ilma Arianti, ia adalah alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batam.

Bila administrasi daftar ulang telah terpenuhi, mahasiswa baru langsung difoto untuk proses pembuatan Kartu Mahasiswanya. (Foto: Bambang Bes)
Bila administrasi daftar ulang telah terpenuhi, mahasiswa baru langsung difoto untuk proses pembuatan Kartu Mahasiswanya. (Foto: Bambang Bes)

Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih berharap, camaba tersebut segera melakukan proses pendaftaran ulang mahasiswa baru. Diharapkan mereka segera melakukan proses berikutnya yaitu daftar ulang, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan. “Karena sebentar lagi mulai memasuki seleksi jalur Mandiri,” ujar Guru Besar Bidang Akuntansi FEB UNAIR itu.

Sementara Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR, Drs. Suko Widodo, M.Si menambahkan, proses daftar ulang secara online juga sudah bisa dilakukan mulai Selasa (28/6) siang itu juga. Sedangkan verifikasi dan tatap muka dapat dilakukan setelah Hari Raya, yakni pada tanggal 19 – 20 Juli 2016.

Khusus untuk penerimaan mahasiswa dengan beasiswa Bidik Misi, baik dari jalur SNMPTN dan SBMPTN 2016, hingga saat ini UNAIR telah mencatat sebanyak 666 orang mahasiswa/camaba. Untuk ini, Rektor UNAIR mengatakan bahwa jika ada penambahan kuota penerima Bidik Misi lagi, maka bisa ditambah melalui jalur Mandiri, dengan catatan pemerintah melakukan penambahan kuota.

“Mereka yang sudah mendaftar Bidikmisi dan diterima pada seleksi jalur Mandiri, akan kita proses untuk kelanjutan Bidikmisi-nya. Paling tidak kalau Bidikmisi Nasional tidak ada penambahan kuota, maka UNAIR akan mengenakan tarif secara khusus. Mungkin mereka bisa masuk UKT satu. Intinya ada perlakuan spesial,” ujar Prof. Moh Nasih.

Kemudian dari jumlah 1750 camaba yang lolos SBM-PTN masuk UNAIR tadi ada kemungkinan dari mereka yang tidak melakukan proses daftar ulang. Merurut Rektor, biasanya yang tidak melakukan daftar ulang itu karen mereka yang tidak diterima di UNAIR pada pilihan pertama.

“Alasan utamanya biasanya mereka diterima tidak pada pilihan pertama, namun pilihan kedua atau ketiga. Mereka biasanya tidak melakukan daftar ulang karena masih ingin mencoba lagi mendaftar pada jalur yang lain sesuai pilihan pertamanya,” demikian Prof. Moh Nasih. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Bambang Bes

 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu