SUASANA ceramah menjelang buka puasa bersama IKA-UNAIR, Minggu (19/6). (Foto: Yitno)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Buka bersama keluarga besar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA-UA) sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kali ini kembali dilaksanakan. Lokasinya juga masih sama, yaitu di kediaman Ketua I Pimpinan Pusat Ikatan Alumni (PP-IKA) UNAIR di Jl. Ketintang Baru Surabaya, pada Minggu 19 Juni 2016 kemarin.

Hadir pada acara yang penuh silaturahmi dan kekeluargaan ini antara lain Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Moh Nasih, SE., MT., Ak., Wakil Rektor I Prof. Joko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., PhD., FINASIM., Wakil Rektor II  Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., Wakil Rektor III Prof. Moch Amin Alamsyah, Ir., M.Si., Ph.D., beberapa Dekan, Direktur di UNAIR, dosen dan Guru Besar, alumni dari berbagai fakultas di Universitas Airlangga, bahkan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Dalam prakata sambutannya, Ketua I PP-IKA UNAIR Drs. Ec. Hariyanto Basyuni menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas keperdulian dan kehadiran para alumni pada silaturahim ini. Dengan adanya kegiatan semacam ini, apalagi dilaksanakan pada Ramadhan, bulan yang penuh berkah, diharapkan akan menambah rasa kesatuan dan kekompakan diantara para alumni UNAIR.

Sementara itu alumni FEB UNAIR yang juga staf pengajar di FEB, Ustadz H. Suherman Rosyidi didaulat memberikan “kultum” menjelang dilangsungkannya buka bersama. Ia menyampaikan tausyiahnya mengenai hikmah ramadhan dan bagaimana sebagai muslim dalam menjalaninya.

BACA JUGA:  Rektor: Alumni Adalah Wajah Almamater di Masyarakat

Bahkan sambil menunggu waktu berbuka, ia juga membuka sesi tanya-jawab. Tentu saja kesempatan ini langsung disambar oleh Dr. Tjuk K. Sukiadi, dosen FEB untuk mengawali bertanya seputar kepemimpinan dalam Islam. Kemudian seorang alumni lainnya juga bertanya mengenai salat witir di bulan Ramadhan ini seharusnya “ditempatkan” dimana; apakah selesai salat Tarawih atau jika seseorang selesai salat Tahajut.

”Yang pasti salat witir itu adalah salat untuk mengakhiri salat-salat malam. Tetapi tentang salat tarawih, baik yang rakaat delapan, rakaat sebelas, dan rakaat 20, itu semuanya benar,” kata Suherman Rosyidi.

Selesai kultum dilanjutkan menyantap taljil untuk membuka puasa dan dilanjutkan salat Magrib berjamaah. Selesai santap buka puasa bersama, juga dilanjutkan dengan salat tarawih. Pada jeda salat tarawih inilah Rektor UNAIR juga menyampaikan “kultum”.

Dalam kuliah tujuh menit tersebut Prof. Moh Nasih menyampaikan rasa terima kasih kepada pengurus IKA-UA yang terus meningkatkan kualitas kinerja silaturahminya. Diharapkan dengan adanya kegiatan demikian ini maka rasa kebersamaan diantara para alumni UNAIR akan terjalin semakin baik dan memberikan kontribusi positif terhadap almamater tercinta. (*)

Penulis : Yitno Ramli
Editor : Bambang Bes

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone