Reservasi Online Tiket KA Lebaran, Contoh Pembenahan Manajemen Pelayanan Publik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi kereta-api.co.id

UNAIR NEWS – Teknologi hadir untuk menunjang otomasi proses. Bila awalnya proses tersebut manual, waktu yang dibutuhkan akan lama dan kualitas yang hadir tidak terkontrol dengan baik. Di era sekarang ini, peringkasan proses berbasis teknologi merupakan keniscayaan. “Teknologi akan memaksimalkan efektivitas proses,” kata pemerhati bidang manajemen operasional, Tuwanku Aria Auliandri SE., M.Sc., saat diwawancara selasa (21/6).

Aria mencontohkan salah satu langkah cerdas terkait optimalisasi teknologi. Yakni, apa yang sudah dilakukan oleh PT Kereta Api (KA) Indonesia dalam aspek pelayanan tiket. Reservasi tiket berbasis internet sudah memudahkan masyarakat. Khususnya, di musim mudik lebaran seperti saat ini.

“Penumpang bisa akses pembelian tiket sepur melalui website atau partner pendukungnya. Yaitu, sejumlah mini market atau partner web lain yang berafiliasi dengan PT KA. Misalnya, www.tiket.com dan lain-lain. Inovasi ini aplikatif,” ungkap lelaki asal Aceh yang juga dosen FEB UNAIR tersebut.

Semakin banyak channel penjualan berbasis online, akan menghilangkan bottleneck dalam pelayanan pembelian tiket. Pelanggan akan dimudahkan untuk memilih beragam opsi pembelian. Stasiun tidak lagi menjadi tumpuan pelanggan untuk membeli tiket. Sehingga, kesan berjubel saat membeli tiket di loket tidak tampak lagi.

Dengan online system tersebut, manajemen kas PT KA juga terpantau dengan baik. Karena, semua transaksi dilalui melalui pembayaran yang valid dengan langsung transfer ke bank. Kombinasi yang baik antara website PT KA dengan channel pembayaran via transfer bank, dan partner pihak ketiga untuk penjualan, membuat semua proses bisnis berjalan harmonis. Ujung-ujungnya, publik nyaman dalam bertransaksi

Belajar dari PT KA, semua BUMN yang langsung bersinggungan dengan masyarakat sebaiknya segera meniru langkah optimalisasi teknologi. Misalnya, Damri yang berfokus pada bis atau Pelni yang berfokus pada perjalanan laut. “Intinya, maksimalisasi teknologi informasi adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman modern yang serba cepat,” ungkap dia. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu