Dr. Prasetio saat Memberikan Sambutan Dihadapan Para Peserta Talkshow dan Bedah Buku. (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga menjadi kampus pertama yang menjadi jujukan kegiatan Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) Goes to Campus. Acara yang merupakan bagian dari program tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) dan peduli pendidikan tersebut diselenggarakan di Aula Garuda Mukti, Rabu (15/6).

Dalam sambutannya, Direktur Utama Perum PERURI Dr. Prasetio menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah PERURI untuk ikut serta mencerdaskan bangsa. Selain itu, alumnus Akuntansi UNAIR tersebut menegaskan, kegiatan Perum PERURI Goes to Campus diadakan untuk mengambil nilai serta pelajaran dari tiga buku karyanya yang dibedah pada hari itu.

“Selain temu kangen dengan almamater saya, UNAIR memang kampus pertama yang kami tuju. Besar harapan saya, kegiatan ini bisa bisa memberikan manfaat lebih kepada semua akademisi yang hadir,” jelasnya.

Pria kelahiran Surabaya, 23 November 1960 tersebut juga menjelaskan, ketiga buku yang ia tulis merupakan catatan selama menjadi eksekutif dalam perusahaan yang dipegang. Buku pertamanya yang berjudul “Dilema BUMN”, berisi kumpulan catatan dalam mengambil keputusan. Pada buku yang kedua berjudul “It Goes Without Saying” berisi  tentang kedisiplinan terhadap proses, sedangkan buku yang ketiga berjudul “Out of Comfort Zone” lebih mengarah pada pengembangan strategi.

“Saya mulai berfikir bahwa sejak masuk ke dunia Badan Usaha Milik Negara (BUMN), saya mulai catat segala kebijakan yang saya ambil. Ini antisipasi jika ada panggilan sewaktu-waktu jadi catatan ini bisa membantu saya,” tutur Prasetio.

Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan UNAIR, perwakilan Ikatan Alumni (IKA), dan mahasiswa jenjang S-1 dan S-2 tersebut juga dihadiri oleh Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA. Dalam sambutannya, rektor menuturkan kunjungan Perum PERURI ke UNAIR untuk talkshow dan bedah buku merupakan kegiatan yang sudah menjadi iklim akademik di UNAIR. Prof. Nasih juga menyinggung bahwa pelaksanaan kegiatan yang bertepatan di Bulan Suci Ramadhan ini merupakan bagian yang istimewa, mengingat di dalam buku yang dibedah juga terdapat catatan mengenai momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

“Dalam buku tersebut juga sedikit diulas mengenai Ramadhan sebagai bulan introspeksi, dan Idul Fitri sebagai semangat melayani dan perubahan,” jelasnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR tersebut juga menambahkan, dengan adanya kegiatan tersebut harapannya bisa menjadi inspirasi bagi civitas akademika UNAIR, baik dosen ataupun mahasiswa. Baginya, jika direktur yang sibuk dengan segudang urusan bisa menerbitkan buku, dosen pun diharapkan bisa melakukan hal lebih.

“Jika yang bukan dosen bisa menerbitkan buku, apalagi kita. Harusnya bisa terus berkarya, karena sebaik-baik warisan bagi akademisi adalah buku,” tegas Nasih.

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone