Rangkuman Berita UNAIR di Media Hari Ini (16/6)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi readingtree.org

Cegah Joki, UNAIR Gelar Sayembara

Pendaftaran jalur Mandiri UNAIR akan dibuka mulai tanggal 13 Juni-14 Juli 2016 mendatang. Seleksi ini tentu akan dimanfaatkan oleh lulusan SMA yang berkeinginan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Jalur mandiri merupakan jalur terakhir untuk bisa diterima di UNAIR, setelah jalur SBMPTN dan SNMPTN. Tidak mengherankan jika banyak pihak yang melakukan berbagai cara untuk bisa masuk ke UNAIR. Salah satunya dengan cara curang sekalipun. Merebaknya isu calo penerimaan mahasiswa baru, direspon Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh Nasih. Dalam hal ini rektor membuka sayembara berhadiah untuk mencegah praktik perjokian. UNAIR akan memberikan imbalan bagi siapa saja yang menginformasikan atau menemukan calo dalam penerimaan mahasiswa baru UNAIR. Nominalnya akan menyesuaikan hasil tangkapan, sesuai dengan imbalan yang diberikan pada praktik percaloan. Jika ada calo yang dilaporkan ke pihak UNAIR, maka akan langsung diproses secara hukum.

Sindo, 16 Juni 2016 halaman 13, Surya, 16 Juni 2016 halaman 18, Jawa Pos, 16 Juni 2016 halaman 28, Radar, 16 Juni 2016 halaman 1

Inovasi Benang Jahit Bedah dari Kulit Jeruk karya Mahasiswa Unair

Empat mahasiswa UNAIR, Karina Dwi Saraswati, Inas Fatimah, Rahma Ajeng, dan Evelyn Anggraini berhasil melahirkan inovasi baru, yaitu mengolah kulit jeruk menjadi benang jahit bedah. Dalam pembuatan benang jahit, ada penambahan zat pereaksi kulit jeruk (Citrus paradisi) dengan tujuan mencegah pertumbuhan bakteri Staphilococcus aureus yang muncul pada luka. Pada percobaan tersebut, empat mahasiswa UNAIR memanfaatkan kulit jeruk pacitan atau baby orange. Fadila dan tiga rekannya memberi judul inovasinya Paduan PLGA-Kolagen dengan Aksi Anti Bakteri Citrus Paradisi sebagai Benang Jahit Bedah Absorbable.

Jawa Pos, 16 Juni 2016 halaman 28

Menorraghia tak Lagi Wajar

Menorraghia adalah keluarnya darah menstruasi secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlalu banyak. Sewajarnya, darah haid adalah 25-80 ml per hari. Jangka waktunya adalah dua hingga delapan hari dari siklus menstruasi 21-35 hari. Menurut dokter spesialis kandungan RSUD dr Soeomo dr Hari Nugroho SpOG yang juga alumn FK UNAIR, menstruasi harus pas. Jika kurang atau lebih, maka harus dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut bisa dimulai dengan mengamati kondisi vagina dan leher rahim. Selanjutnya bisa dibantu USG untuk mengobservasi organ bagian dalam. Ada beberapa kondisi yang bisa memunculkan menorraghia antara lain kelainan hormon endokrin, anouvuasi, sindrom polikistik ovarium, maupun efek samping pemakaian IUD.

Jawa Pos, 16 Juni 2016 halaman 36

Penulis : Afifah Nurrosyidah
Editor  : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu