Cegah Praktik Percaloan Jalur Mandiri, UNAIR Adakan Sayembara

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
UNAIR berusaha keras mengatasi calo dalam penerimaan maba di Jalur Mandiri. Tampak Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih ketika mengumumkan “sayembara” di hadapan wartawan. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Terkait dengan informasi “miring” yang sering beredar di masyarakat yang menganggap masuk Universitas Airlangga (UNAIR) itu mahal, Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., menebar sayembara. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya praktik illegal yang biasa disebut calo dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

”Kepada siapa pun yang menangkap pelaku calo dan melaporkannya kepada kami, UNAIR akan memberikan hadiah. Sedangkan pelaku calo akan kami proses secara tegas sesuai aturan,” tegas Rektor UNAIR, Prof.  M. Nasih, kepada wartawan usai buka puasa bersama, Rabu (15/6) malam.

Pihaknya masih sering mendengar pernyataan yang menganggap masuk UNAIR itu mahal. Sayangnya kemudian, yang dikatakan mahal itu tidak sesuai dengan SK Rektor.

“Itu yang ingin kita clearkan,” tegas Rektor, seraya menjelaskan karena Jalur Mandiri masuk UNAIR itu masih dalam tahap pendaftaran. Tegasnya, pihak UNAIR ingin banyak pihak yang membantu untuk mereduksi kejadian seperti itu, yakni menangkap keberadaan calo.

Terkait sayembara tersebut, dikatakan sebagai bentuk penghargaan kepada pihak yang memiliki itikad baik tersebut, pihaknya akan menyediakan hadiah kepada siapapun yang dapat menginformasikan dan atau menangkap calo atau jasa perantara, untuk diproses melalui Badan Pengawas Internal (BPI).

”Kami akan sediakan hadiah bagi siapa saja yang bisa menangkap dan menginformasikan kepada kami, tentunya informasi data yang valid tentang adanya praktek percaloan,” serunya.

Mengenai nominal hadiahnya, pihak UNAIR akan mendiskusikan terlebih dahulu. Rancangannya, jumlah hadiah yang diberikan itu akan ditentukan oleh tingkat transaksi yang dilakukan/dijanjikan oleh si calo.

“Hadiahnya tergantung transaksinya, kalau yang ketangkep kelas empat jutaan, ya hadiahnya disesuaikan. Artinya tidak sama dengan yang transaksinya ratusan juta,” tutur Prof. Nasih didampingi Ketua PIH UNAIR, Drs. Suko Widodo, M.Si.

Bagi korban calo yang punya inisiatif untuk melaporkan diharapkan informasinya itu valid dan tidak asal lapor. Calon mahasiswa korban calo pun, untuk bisa masuk kuliah di UNAIR harus tetap memenuhi syarat passing grade. Pasalnya penerimaan jalur mandiri di UNAIR daya tampungnya terbatas. Artinya walaupun seorang peserta tes bisa memenuhi passing grade, namun belum tentu lolos masuk UNAIR.

“Misalnya daya tampung Fak kedokteran 75 orang dari 2000 pendaftar, bisa jadi yang memenuhi passing grade itu mencapai 800-an. Jadi yang kami terima ya yang menempati urutan 1 sampai 75 saja. Jadi kalau korban calo ada di posisi itu, maka akan kami bantu untuk difasilitasi masuk UNAIR, dengan catatan laporannya valid dan itikadnya baik,” terangnya.

Sedangkan untuk pelaku calo, pihak UNAIR akan memproses dengan tegas. Ditegaskan juga oleh Rektor bahwa UNAIR tidak akan memandang bulu siapapun yang melakukan praktek illegal tersebut.

”Untuk calo-nya akan kita proses. Kalau dia karyawan atau dosen UNAIR misalnya, maka akan kami berikan sanksi tegas juga. Nanti bisa dilaporkan ke BPI kami supaya diproses,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan terkait isu “jatah” pihak tertentu dalam proses seleksi, Prof. Nasih menegaskan bahwa pembagian jatah seleksi UNAIR kepada siapapun, itu tidak ada. Karena penerimaan jalur mandiri ini merupakan murni dari hasil tes, tanpa melihat jumlah pembayaran Sumbangan Pembinaan dan Peningkatan Pendidikan (SP3) oleh calon mahasiswa.

”Tidak ada jatah itu, baik untuk para Guru Besar ataupun karyawan, tidak ada jatah-jatahan sama sekali, termasuk juga Rektor. Kita murni hanya melihat hasil nilainya,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR ini. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu