UNAIR Raih Peringkat Keempat Kampus Terbaik di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Lembaga pemeringkatan dunia Quacquarelli Symonds (QS) University Rankings (UR) baru saja merilis peringkat perguruan tinggi kategori negara dan regional tahun ajaran 2016/2017. Sebagaimana yang dilansir oleh lembaga QS (UR), Universitas Airlangga menduduki peringkat empat perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Pemeringkatan itu dihitung berdasarkan metode QS UR, yakni reputasi akademik (30%), reputasi alumni (20%), rasio mahasiswa dan dosen di fakultas (15%), sitasi per penelitian (10%), penelitian per fakultas (10%), rasio tenaga kependidikan asing di fakultas (2,5%), rasio mahasiswa asing (2,5%), rasio mahasiswa asing yang studi di UNAIR (2,5%), dan rasio mahasiswa UNAIR yang melanjutkan studi di kampus luar negeri (2,5%).

Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, mengatakan, pengiriman berkas ke QS UR sudah dilakukan sejak bulan Februari 2016. Dari berkas-berkas yang dikirimkan UNAIR, pihak QS UR memeriksa berkas publikasi jurnal yang terindeks Scopus, dan secara acak menghubungi alumni-alumni UNAIR. Dari berkas dan pemeriksaan itulah, UNAIR ditetapkan bertahan pada peringkat keempat.

“Memang, ada beberapa hal yang tidak dinilai oleh mereka, misalnya publikasi. QS hanya mencatat publikasi jurnal-jurnal yang terindeks Scopus. Karena QS satu mata rantai dengan Scopus, sehingga kalau ada publikasi jurnal internasional kita yang tidak terindeks Scopus, maka itu tidak tercatat. Untuk menembus Scopus sendiri bukan pekerjaan yang mudah,” tutur Rektor UNAIR.

Prof. Nasih menambahkan, masih ada sederet pekerjaan rumah yang akan diperbaiki. Ke depan, pihaknya akan menambah jumlah doktor, guru besar, publikasi jurnal internasional yang terindeks Scopus, penambahan alat-alat laboratorium, dan meningkatkan inbound serta outbound mahasiswa asing ke UNAIR, atau mahasiswa UNAIR ke kampus luar negeri.

“Dulu kan hanya seratus, sekarang kita target sekitar tiga ratus publikasi jurnal yang terindeks Scopus. Guru besar juga harus melibatkan mahasiswa dalam penelitian. Kalau mahasiswa berhasil memublikasikan jurnal atau tulisan, kita akan beri insentif juga. Begitu pula dengan alumni,” tutur Prof. Nasih.

Dengan demikian, UNAIR menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia Timur yang memasuki peringkat lima besar Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia. Sedangkan di skala Asia, UNAIR menempati urutan ke-190. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu