Mahasiswa UNAIR Raih Juara III Olimpiade Fisioterapi Nasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Fika Farha Dina, Kadek Yudha Buana Winata, dan Lintang Parwida Ramadani sesaat setelah pengumuman olimpiade fisioterapi yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Pekan Ilmiah Fisioterapi Nasional “FISIOTIVAL 2016” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), telah membawa berkah tersendiri bagi tiga mahasiswa UNAIR. Ketiga mahasiswa yang menempuh program studi D-3 Fisioterapi, Fakultas Vokasi, UNAIR tersebut yaitu Fika Farha Dina, Kadek Yudha Buana Winata, dan Lintang Parwida Ramadani. Kali ini, di ajang yang diadakan tiap tahun tersebut, mereka mendapatkan Juara III pada cabang olimpiade.

“Tahun 2014 itu pertama kali UNAIR ikut, tapi tidak mendapatkan juara. Tahun ini kami ikut lagi, alhamdulillah mendapat juara III,” ujar Fika, mahasiswa Fisioterapi UNAIR angkatan 2014.

Tema yang diambil pada kompetisi fisioterapi tersebut yaitu “Management Physiotherapy for Anterior Cruciate Ligament Injury“. Ada tiga kompetisi yang dilombakan, yaitu olimpiade, public speaking, dan essay competition. Ketiganya dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 5 Juni lalu, di Auditorium Muh Djazman, UMS.

Olimpiade tahunan yang sudah diadakan tujuh kali tersebut diikuti oleh 13 tim dari delapan perguruan tinggi seluruh Indonesia. Selain UNAIR, diantara para peserta olimpiade tersebut juga ada yang mewakili Universitas Palembang, Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Politeknik Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Surakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) fort De Kock Bukittinggi, dan Poltekkes 3 Jakarta.

Ada tiga babak yang diikuti Fika dan tim pada olimpiade tersebut. Babak pertama, mereka diberi 20 soal untuk menentukan benar dan salah. Babak kedua, 35 soal dengan jawaban singkat. Dan babak terakhir, pencet bel cepat dengan soal berjumlah 12. Dari ketiga babak tersebut langsung ditentukan pemenang juara I-III.

Meskipun awalnya, keikutsertaan mereka di kompetisi tingkat nasional ini hanya iseng semata, namun mereka mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru.

“Kami biasanya belajar soal-soal yang ada di perkuliahan. Lalu tiba-tiba dihadapkan dengan soal lomba, ternyata beda. Dan itu temanya nggak kita dapat waktu kuliah. Saat kuliah kita hanya diajari latihan biasa. Fisioterapi ada enam spesifik, salah satunya sport. Lha, olimpiade itu spesifik ke sport fisioterapi,” ujar Fika.

Mengatasi problem tersebut, Fika dan tim mengaku dapat bimbingan dan arahan oleh kenalan senior dari Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI).

“Yang ngajarin dari kampus ada dokter dan fisio. Kalau dari luar, kami punya kenalan yang bisa mengajari yaitu kakak tingkat dari IMFI. Kami kenal dari situ,” pungkas Fika. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu