Tim PKMPE yang dipimpin Andini Isfandiari menunjukkan “bone filler” yang memiliki sifat anti kanker. (Foto: Dok Tim PKM)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mahasiswa S1 Teknobiomedik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga berhasil membuat bahan pengganti massa tulang yang hilang karena pengangkatan massa tulang atau bahkan amputasi dalam operasi pada kasus penderita kanker tulang. Pengganti massa tulang tersebut dibuat dari ekstrak daun sirsak (annona muricata).

Menurut Andini Isfandiary, ketua Tim PKMPE (Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta), ia bersama empat temannya melakukan inovasi ini untuk mencari alternatif solusi atas problem yang ada, dimana hingga detik ini kanker masih menjadi salah satu penyakit yang berbahaya.

Kanker tulang adalah salah satu jenis kanker yang menyerang bagian tulang manusia, dimana penyakit ini tidak dapat diketahui secara langsung, karena gejalanya yang hampir sama dengan nyeri. Penanganan yang terlalu dari penyakit ini berakibat fatal, yakni pengangkatan massa tulang bahkan amputasi.

Berangkat dari permasalahan diatas, maka Andini Isfandiary, Imroatus Sholikhah, Rhisma Dwi Laksana, Yukiko Irliyani dan Ahmad Nurianto, para mahasiswa FST UNAIR itu berhasil membuat bahan pengganti massa tulang yang hilang untuk kasus penderita kanker tulang.

Dibawah bimbingan dosen Djoni Izak Rudyardjo.,M.Si., mereka melaporkan PKM-PE ini dengan judul “Pemanfaatan Ekstraksi Daun Sirsak (annona muricata) sebagai Coating pada Biokomposit Nano Hidroksiapatit dan Magnesium Oksida (MgO) untuk Aplikasi Bone Filler pada Kasus Kanker Tulang (osteosarchoma).” Sehingga penelitian ini memperoleh pembiayaan dari Dirjen Dikti Kemenristekdikti dalam PKM 2016.

Inilah bone filler itu. Yang putih masih asli, sedang yang hijau adalah bone filler yang sudah dilapisi dengan ekstrak daun sirsak. (Foto: Tim PKM)
Inilah bone filler itu. Yang putih masih asli, sedang yang hijau adalah bone filler yang sudah dilapisi dengan ekstrak daun sirsak. (Foto: Tim PKM)

Dijelaskan oleh Andini Isfandiary, selaku ketua Tim, sebenarnya tidak hanya untuk mengisi tulang yang hilang akibat kanker, namun sebagai pengganti tulang atau bone filler ini juga memiliki sifat anti-kanker, yang diharapkan mampu menghentikan pertumbuhan sel kanker. Sifat anti kanker ini didapat dari ekstrak daun sirsak, kemudian digunakan untuk melapisi bone filler tersebut.

Andini menyebut bahwa penelitiannya ini mampu memberikan hasil yang cukup baik, dimana kandidat bone filler dengan ekstrak daun sirsak dapat membantu menyembuhkan pasien kanker tulang.

”Kami berlima ingin memberikan harapan dan senyuman kepada penderita kanker tulang, karena tidak ada yang mustahil di dunia ini. Jika tulang mereka harus diangkat karena terkena kanker, maka mudah-mudahan kami bisa membantu mereka dengan inovasi ini,”  tutur Andini.

Imroatus Sholikhah menambahkan, “Seluruh peneliti di Indonesia harus memiliki semangat juang yang tinggi, demi terciptanya Indonesia yang mandiri.” (*)

Penulis : Santoso
Editor : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).